Semuanya sangat tergantung dari masing-masing mahluk hidup dalam memanfaatkan waktu tersebut untuk mencapai tujuan hidupnya di muka bumi ini.
Tumbuhan, binatang dan mahluk hidup lainnya mempergunakan waktu hanya untuk bertahan hidup dan berkembang biak sesuai dengan kodratnya. Mahluk mati, akan mempergunakan waktunya untuk diam dan bergerak sesuai dengan kehendak Sang Pencipta
Manusia sebagai mahluk hidup yang paling tinggi derajatnya, dianugrahi akal dan budi pakerti harus pandai mengatur waktu yang kadang-kadang terasa singkat, jika sedang larut dalam kesibukan atau hanyut dalam kesenangan, namun kadang-kadang terasa lambat ketida sedang tidak ada aktifitas bermanfaat, seperti menunggu, bengong dan sebagainya.
Seperti diagram di atas, saya menggambarkan pembagiaan waktu 24jam dalam sehari menjadi 3 kegiatan utama, mari kita bahas perbagian. Kita ambil dari aktivitas yang paling nikmat dilakukan yakni;
- 8 jam untuk istirahat, menurut pakar kesehatan, istirahat (tidur) yang ideal adalah 8 jam sehari. Jadi bagi orang-orang atau anak-anak dalam masa pertumbuhan sangat dibutuhkan waktu 8 jam tersebut. Sebuah cerita yang pernah saya dengar, seorang pengusaha yang boleh dibilang konglomerat hanya tidur 4 jam dalam sehari....luar biasa. Dan beliau sampai saat ini masih segar bugar dan tidak terlihat capek atau mengantuk, kebetulan saya pernah bertemu dan berjabat tangan dengan beliu (meskipun cuma beberapa menit..hehehehe). Sedangkan saya yang karyawan rendahan tidurnya 8,5 jam (pagi hari malas bangun..hehehe), bahkan kadang-kadang pas istirahat siang sempat menghilang 30 menit..padahal tidak dalam masa pertumbuhan...wiiihhh...apakah saya sudah dikategorikan pemalas?..mmmmm...perlu improvement.
- 8 jam berikutnya untuk bekerja, sesuai dengan aturan pemerintah (bagi karyawan atau pegawai), waktu kerja adalah maksimal 8 jam. Kalau hal ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, tidak mustahil kerja lembur menjadi 0 jam. Namun apa yang terjadi? jam kerja 8 jam plus jam lembur 4-5 jam bahkan lebih tidak cukup untuk menyelesaikan tugas rutin, bahkan merasa waktu sehari tidak cukup untuk menyelesaikannya. Kenapa? coba tanya pada diri sendiri (bagi yang merasa menjadi karyawan atau pegawai). Berbeda dengan pengusaha, mereka tidak mengenal jam kerja 8 jam. Kakak saya contohnya, dia membuka warung pagi-pagi dan menutupnya larut malam, itu artinya tidak ada istilah 8 jam kerja, yang penting dagangan laku dan pelanggan setia berdatangan setiap saat. Bagaimana dengan anda? apakah jam kerja dalam sehari 8 jam atau bahkan lebih tanpa lembur?
- 8 jam sisanya adalah untuk lain-lain, ini bisa berarti bagi karyawan, waktu 8 jam lain-lain ini dipergunakan untuk melakukan kegiatan diluar aktivitas pokok, bahkan biasanya dipergunakan untuk berkumpul dengan keluarga, teman-teman geng motor ataupun hepi-hepi. Bagi yang tinggal di luar Jakarta dan berkerja di dalam kota Jakarta, separuh waktu 8 jam lain-lain ini dipergunakan untuk berjibaku dengan kemacetan lalu lintas menuju rumah. Sedangkan bagi mereka yang tinggal di daerah yang tidak dilanda kemacetan parah, mungkin waktu 8 jam ini bisa dipergunakan penuh untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Namun bagi orang-orang yang kreatif dan pekerja keras, waktu 8 jam lain-lain akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif. Mereka berfikir kapan lagi ada waktu atau kesempatan selain hari ini? karena hari esok tantangannya akan berbeda. Saya ingin mengubah diri saya seperti apa yang mereka lakukan....semoga bisa mulai detik ini.
Uraian pembagian waktu yang saya sampaikan di atas secara ringan dan garing, merupakan gambaran gamblang bagaimana seharusnya kita mengatur dan memanfaatkan waktu 24jam sehari dengan baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Semoga membantu mengubah perilaku indispliner diri saya sendiri dan anda - yang merasa kekurangan waktu.
Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu



