Sejarah Tahun Masehi........
Kecanggihan teknologi membuat kita dengan cepat memperoleh informasi dan saya-pun dengan mudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang setiap akhir tahun Masehi selalu muncul dibenak saya, kenapa kita merayakan tahun baru masehi...? sebenarnya tahun baru masehi asal muasalnya dari mana?. secuil informasi yang saya dapat....
Kata Masehi merujuk kepada tarikh tahun menurut kalender gregorian. Tahun Masehi dianggap sebagai tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih karena itu perhitungan tahun ini dinamakan Masihiyah atau Yesus dari Nazaret. Kebalikannya, istilah Sebelum Masehi (SM) merujuk pada masa sebelum tahun tersebut. Sebagian besar orang non-Kristen biasanya mempergunakan singkatan M dan SM ini tanpa merujuk kepada konotasi Kristen tersebut. Jadi menurut sejarahnya peringatan tahun masehi dilakukan oleh umat Kristen di seluruh Dunia.
Yang saya ketahui (diperingati di Indonesia) ada beberapa perhitungan tahun yang berbeda-beda angka tahunnya maupun perhitungan harinya, seperti Tahun Hijriah diperingati oleh umat Islam yang perhitungannya mulai 622 M, Tahun Çaka yang dimulai 78 M diperingati umat Hindu, China memperingati Imlek. Pergantian tahun tersebut diperingati dengan adat kebiasaan masing-masing.
Akan tetapi pergantian tahun Masehi diperingati dan dirayakan oleh hampir seluruh umat manusia dimuka bumi.
Kenapa kita ikut merayakan...?padahal sudah punya pergantian tahun masing-masing.....?
Entahlah...mungkin ada pembaca tulisan ini, yang sudi berkomentar dan memberikan pencerahan kepada saya.
Cukup menarik dijadikan coretan akhir tahun Masehi. Menurut saya pribadi...sah-sah saja kita ikut merayakan pergantian tahun masehi...sepanjang perayaan tersebut bertujuan menjaga kedamaian umat manusia dan keseimbangan alam.
Nah, ini dia coretan akhir tahun pribadi saya (jadi ikut-ikutan merayakannya....walaupun dalam tulisan he.he.he.he...), belajar menghargai hasil kerja keras maupun lunak dalam segala hal, tidak menyepelekan masalah sekecil apapun masalah itu, dan lebih banyak bersyukur atas anugrah Tuhan Yang Maha Agung.
Target tahun depan berusaha menjadi ‘pengamat tempurung katak’ yang mempunyai wawasan luas dan berguna bagi orang lain.
Pertanyaannya adalah kenapa memilih menjadi pengamat? kenapa tidak membuat atau mencari tempurung buat katak-katak yang lain.....?
Jawabannya....adalah...menjadi pengamat paling tidak bisa memberikan masukan kepada para pemimpin ataupun pemilik tempurung untuk segera membenahi tempurungnya agar bisa memberikan tempat yang layak kepada katak-katak yang ada di bawahnya. Karena kebanyakan pemimpin ataupun pemiliknya sibuk dengan berbagai kegiatan agar tempurungnya menjadi lebih menarik dan bagus dibandingkan tempurung yang lain atau bahkan sibuk dengan dirinya sendiri. (baca tentang tempurung katak)
Semoga tulisan ini bermanfaat. Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu
0 Ucapan:
Poskan Komentar