Label

Minggu, 13 Januari 2008

Ketika Seorang Wartawan Senior Menulis.....

Wartawan menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti pemberita atau orang yang memberi kabar berita. Sesuai dengan arti katanya pastilah perkerjaan inti mereka mencari berita dan kemudian menuliskan berita tersebut dengan mengikuti aturan-aturan jurnalistik, kemudian tulisan itu disampaikan kepada publik melalui media cetak maupun elektronik.
Kok tiba-tiba membahas kerjaan wartawan?.....
Saya baru selesai membaca sebuah buku yang berjudul ‘Ganti Hati’ memuat tulisan seorang wartawan senior yang juga telah dimuat secara bersambung pada koran miliknya. Wartawan senior tersebut berasal dari Surabaya-Jawa Timur yang juga sebagai pemilik harian Jawa pos dan Jawa pos grup.
Didalam buku yang terbagi dalam beberapa bab tersebut, menceritakan perjalanan atau kisah nyata sang wartawan senior ketika menjalani operasi transplantasi liver di negeri Tiongkok. Pada halaman-halaman terakhir dimuat e-mail dan sms dari pembaca artikel bersambung yang ditulisnya, maupun dari sahabat-sahabatnya yang memberikan berbagai apresiasi.
Lalu apanya yang istimewa....?

Sebagai pengamat 'tempurung katak' (menjuluki diri sendiri....), saya kagum akan kegigihan seorang manusia mempertahankan hidupnya meskipun harus mengorbankan biaya, waktu, tenaga yang tidak sedikit.
Yang lebih mengagumkan adalah kebesaran Tuhan sebagai pencipta dan pengatur keseimbangan alam semesta, yang masih mengijinkan umatnya untuk menikmati kehidupan di Dunia. Serta mengingatkan, manusia hanya bisa berusaha dan DIA-lah penentunya.
Tulisan-tulisan pada setiap bab disampaikan dengan lugas dan enak dibaca, kadang-kadang membuat saya tersenyum, tertawa, terharu (tepatnya khawatir, bagaimana jikalau saya yang mengalami hal sama? apakah saya mampu seperti apa yang dilakukan sang wartawan atau justru pasrah tergantung takdir?). Dalam benak saya tertancap rasa syukur atas karuniaNya.
Mungkin karena sudah menjadi profesinya ditambah dengan adanya media, sehingga dengan mudah dia menyampaikan sesuatu yang mudah dipahami oleh orang lain, mampu mempengaruhi emosi.
Buku tersebut juga memuat foto-foto aktivitas sang wartawan senior selama menjalani operasi dan pasca operasi. Foto-foto tersebut bercerita secara visual mendukung cerita pada bab-bab sebelumnya yang disampaikan secara deskriptif. Tampak dia berusaha tetap profesional menjaga kondisi ‘tempurung kataknya’ yang bernama Jawa pos, agar dalam kondisi kondusif tampak dalam salah satu gambar di buku tersebut.
Ternyata orang yang sudah memahami pekerjaannya (apapun bidangnya) secara ‘profesional’ tidak akan merasa kesulitan untuk berbuat sesuatu yang lebih baik meskipun dalam kondisi sulit.
Teruslah berkarya Bapak Dahlan Iskan, semoga berguna bagi bangsa Indonesia.Demikian halnya dengan perjalanan saya yang mencoba menjadi ‘pengamat katak dalam tempurung’.
Semoga Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai selalu.

0 Ucapan:

Poskan Komentar