Awalnya agak jengkel, setiap orang yang baru saya kenal susah mengingat nama Nyoman...dan mereka selalu memanggil Wayan atau Made..mmmm..(kadang-kadang menjadi maklum karena nama orang Bali yang dikenal hanya Wayan dan Made)
Apakah benar-benar akan terjadi di masa depan nama Nyoman dan Ketut akan punah?
Saya teringat sebuah artikel yang dimuat di harian bali pos kira-kira tahun 80an, headline-nya cukup menarik 'Nyoman dan Ketut akan menjadi manusia langka'. Menurut saya, pandangan si penulis sudah menjadi kenyataan sejak akhir 90an. Mengapa demikian, hampir setiap keluarga muda 'hanya' merencanakan memiliki 2 orang anak (laki-laki dan perempuan) malah tidak jarang cuma satu, faktor pemicunya mungkin pendidikan dan tuntutan ekonomi. Jadi tidak mengherankan nama yang terpakai cuma Wayan dan Made.
Hal ini membuat saya agak bangga menyandang nama Nyoman, karena akan menjadi salah satu manusia bali yang langka.
OM Swastyastu,
BalasHapusItulah karena orang bali dicetak pribadinya selalu manut pada aturan pemerintah, (ajaran guru wisesa, dan dharma negara) padahal sangat banyak orang bali yang secara ekonomi pasti mampu menjadikan suputra anak-anaknya lebih dari 2,3, 4 bahkan lebih banyak lagi.
Suksma, kalo boleh tukar link http://manacika.co.cc
Om Swastyastu,
BalasHapusSaya setuju dengan pendapat pribadi yang manut dengan ajaran agama, oleh sebab itu bali selalu Shanti.
Silakan tukar link. Suksma.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om