Ketika melintas di lorong penghubung antara kedatangan internasional dan terminal domestik bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, mata saya tertuju pada sebuah gambar karikatur yang cukup cerah tertempel di dinding sebuah restaurant. Sekilas tampak gambar tersebut biasa-biasa saja, bahkan terkesan "bali banget", terdapat sosok pria dan wanita sedang menuju ke Pura membawa "bebanten" atau sesajian sebagai sarana persembahyangan.
Namun yang mengusik hati saya untuk mengambil gambar serta mengomentarinya adalah gambar "bebanten" yang dijunjung oleh sosok wanita, di sana digambarkan beragam buah-buahan dan jajanan dipadu dengan dekorasi dari janur khas buah karya wanita Hindu bali, dan 'terselip' dua botol bir yang lengkap dengan merk-nya.
Mmmm...saya berfikir apakah ini sebuah kesengajaan atau sekedar dekorasi untuk mengilustrasikan tradisi dan budaya Bali? agar orang tertarik mampir ke restaurant tersebut.
Namun menurut saya, ini adalah hasil karya yg salah kaprah, ilustrasi ini mungkin dan bisa saja pasti menimbulkan persepsi negatif tentang budaya Bali dan agama Hindu. Apalagi dipajang di lokasi orang asing lalu lalang.
Ini namanya orang Bali (mungkin oknum seniman) tidak menghormati serta memahami budaya dan agamanya sendiri.
Alangkah eloknya jika membuat dekorasi dan ilustrasi yang bersifat komersial tanpa melanggar norma-norma agama, etika dan susila.
Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu
0 Ucapan:
Poskan Komentar