<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653</id><updated>2011-12-19T23:48:49.741-08:00</updated><category term='Balinese Food'/><category term='Spiritual'/><category term='Syukur'/><category term='Camera'/><category term='Pandangan'/><title type='text'>Purnaya</title><subtitle type='html'>Open Your Eyes - Open Your Heart</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-7221409435106272216</id><published>2011-11-21T01:57:00.001-08:00</published><updated>2011-11-24T18:00:43.717-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Manajemen Waktu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FAVCocoG23Q/TsoiBbmBblI/AAAAAAAAALk/WWdWK-dLFVw/s1600/MW.PNG" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-FAVCocoG23Q/TsoiBbmBblI/AAAAAAAAALk/WWdWK-dLFVw/s1600/MW.PNG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setiap mahkluk hidup maupun mati di dunia ini diberikan waktu yang sama dalam menjalankan hidupnya ataupun lelakunya sebagai mahluk mati sehari-hari yaitu 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya sangat tergantung dari masing-masing mahluk hidup dalam memanfaatkan waktu tersebut untuk mencapai tujuan hidupnya di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan, binatang dan mahluk hidup lainnya mempergunakan waktu hanya untuk bertahan hidup dan berkembang biak sesuai dengan kodratnya. Mahluk mati, akan mempergunakan waktunya untuk diam dan bergerak sesuai dengan kehendak Sang Pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia sebagai mahluk hidup yang paling tinggi derajatnya, dianugrahi akal dan budi pakerti harus pandai mengatur waktu yang kadang-kadang terasa singkat, jika sedang larut dalam kesibukan atau hanyut dalam kesenangan, namun kadang-kadang terasa lambat ketida sedang tidak ada aktifitas bermanfaat, seperti menunggu, bengong dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diagram di atas, saya menggambarkan pembagiaan waktu 24jam dalam sehari menjadi 3 kegiatan utama, mari kita bahas perbagian. Kita ambil dari aktivitas yang paling nikmat dilakukan yakni;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;8 jam untuk istirahat&lt;/b&gt;, menurut pakar kesehatan, istirahat (tidur) yang ideal adalah 8 jam sehari. Jadi bagi orang-orang atau anak-anak dalam masa pertumbuhan sangat dibutuhkan waktu 8 jam tersebut. Sebuah cerita yang pernah saya dengar, seorang pengusaha yang boleh dibilang konglomerat hanya tidur 4 jam dalam sehari....luar biasa. Dan beliau sampai saat ini masih segar bugar dan tidak terlihat capek atau mengantuk, kebetulan saya pernah bertemu dan berjabat tangan dengan beliu (meskipun cuma beberapa menit..hehehehe). Sedangkan saya yang karyawan rendahan tidurnya 8,5 jam (pagi hari malas bangun..hehehe), bahkan kadang-kadang pas istirahat siang sempat menghilang 30 menit..padahal tidak dalam masa pertumbuhan...wiiihhh...apakah saya sudah dikategorikan pemalas?..mmmmm...perlu improvement.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;8 jam&lt;/b&gt; berikutnya &lt;b&gt;untuk bekerja&lt;/b&gt;, sesuai dengan aturan pemerintah (bagi karyawan atau pegawai), waktu kerja adalah maksimal 8 jam. Kalau hal ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, tidak mustahil kerja lembur menjadi 0 jam. Namun apa yang terjadi? jam kerja 8 jam plus jam lembur 4-5 jam bahkan lebih tidak cukup untuk menyelesaikan tugas rutin, bahkan merasa waktu sehari tidak cukup untuk menyelesaikannya. Kenapa? coba tanya pada diri sendiri (bagi yang merasa menjadi karyawan atau pegawai).&amp;nbsp;Berbeda dengan pengusaha, mereka tidak mengenal jam kerja 8 jam. Kakak saya contohnya, dia membuka warung pagi-pagi dan menutupnya larut malam, itu artinya tidak ada istilah 8 jam kerja, yang penting dagangan laku dan pelanggan setia berdatangan setiap saat. Bagaimana dengan anda? apakah jam kerja dalam sehari 8 jam atau bahkan lebih tanpa lembur?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;8 jam&lt;/b&gt; sisanya adalah &lt;b&gt;untuk lain-lain&lt;/b&gt;, ini bisa berarti bagi karyawan, waktu 8 jam lain-lain ini dipergunakan untuk melakukan kegiatan diluar aktivitas pokok, bahkan biasanya dipergunakan untuk berkumpul dengan keluarga, teman-teman geng motor ataupun hepi-hepi. Bagi yang tinggal di luar Jakarta dan berkerja di dalam kota Jakarta, separuh waktu 8 jam lain-lain ini dipergunakan untuk berjibaku dengan kemacetan lalu lintas menuju rumah. Sedangkan bagi mereka yang tinggal di daerah yang tidak dilanda kemacetan parah, mungkin waktu 8 jam ini bisa dipergunakan penuh untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Namun bagi orang-orang yang kreatif dan pekerja keras, waktu 8 jam lain-lain akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif. Mereka berfikir kapan lagi ada waktu atau kesempatan selain hari ini? karena hari esok tantangannya akan berbeda. Saya ingin mengubah diri saya seperti apa yang mereka lakukan....semoga bisa mulai detik ini.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Uraian pembagian waktu yang saya sampaikan di atas secara ringan dan garing, merupakan gambaran gamblang bagaimana seharusnya kita mengatur dan memanfaatkan waktu 24jam sehari dengan baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Semoga membantu mengubah perilaku indispliner diri saya sendiri dan anda - yang merasa kekurangan waktu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-7221409435106272216?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/7221409435106272216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/11/manajemen-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/7221409435106272216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/7221409435106272216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/11/manajemen-waktu.html' title='Manajemen Waktu'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FAVCocoG23Q/TsoiBbmBblI/AAAAAAAAALk/WWdWK-dLFVw/s72-c/MW.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Bali, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.4095178 115.188916</georss:point><georss:box>-9.414796299999999 113.9254885 -7.4042392999999995 116.45234350000001</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-836665061552320318</id><published>2011-11-17T19:47:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:01:17.401-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Mata Merah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DIHlFxiOT1o/TsXVt5WqthI/AAAAAAAAALc/XpdMd2S52Tc/s1600/IMG00120-20111116-2116.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676177889837102610" src="http://1.bp.blogspot.com/-DIHlFxiOT1o/TsXVt5WqthI/AAAAAAAAALc/XpdMd2S52Tc/s200/IMG00120-20111116-2116.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 68px; margin: 0 0 10px 10px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian tahun tidak terserang penyakit yang satu ini, akhirnya 3 hari belakangan ini saya terjangkit juga. Jadi terkenang waktu masa kecil, ketika terserang mata merah, bangun tidur mata tidak bisa melek alias dempet karena banyak kotoran mata yang mengering.&lt;br /&gt;Namun sekarang tisu basah selalu berada disisi tempat tidur dan selalu terjaga dari tidur untuk sekedar menyeka mata, agar pada saat pagi menjelang, mata langsung bisa melek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah periksa dan konsultasi ke dokter mata, ternyata penyebabnya adalah virus...dan obatnya cuma satu, yakni istirahat di tempat.&amp;nbsp;Tapi tetap saja dijejali vitamin dan obat tetes mata yang paling saya benci. Sangat risih jika sesuatu masuk ke pupil mata..entah disengaja maupun tidak disengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran dengan virus yang telah berani membuat mata saya menjadi "karatan", um google pun saya acak-acak...dan inilah kutipan beberapa artikel yang diberitahukan oleh um google;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Virus sebagai biang kerok&lt;/b&gt;;&lt;br /&gt;Infeksi virus menyebabkan mata meradang, sejumlah virus-virus yang berbeda dapat dituduh atas terjadinya. Gejala-gejala mata merah yang disebabkan virus biasanya dihubungkan lebih banyak dengan suatu pengeluaran cairan yang tidak berwarna hijau atau kuning. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bakteri yang mencari lingkungan baru&lt;/b&gt;;&lt;br /&gt;Bakteri yang paling umum menyebabkan mata merah adalah staphylococci, pneumococci, dan streptococci. Gejala-gejala mata merah yang disebabkan bakteri,sakit/nyeri mata,  bengkak,kemerahan, dan suatu jumlah kotoran yang sedang sampai besar, biasanya berwarna kuning atau kehijauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana bisa terjangkit atau tertular?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan terjangkit karena penderita sudah membawa atau tertular virus tersebut melalui udara, debu ataupun tertular dari orang yang telah menderita mata merah.&lt;br /&gt;Menurut dokter ahli, penularannya dapat pula melalui air mata yang sudah mengadung virus penyebab peradangan. Maka tidak mustahil jika dilingkungan sekitar ada yang menderita mata merah akan menularkan ke yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya adalah jaga kondisi badan agar tetap fit, jangan lupa selalu cuci tangan dengan sabun anti septic dan mulai hidup sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-836665061552320318?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/836665061552320318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/11/mata-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/836665061552320318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/836665061552320318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/11/mata-merah.html' title='Mata Merah'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DIHlFxiOT1o/TsXVt5WqthI/AAAAAAAAALc/XpdMd2S52Tc/s72-c/IMG00120-20111116-2116.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-3777033486132306419</id><published>2011-10-03T00:19:00.000-07:00</published><updated>2011-10-03T00:34:10.485-07:00</updated><title type='text'>Buah tangan dari BALI - 2</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nHImaMxH4D0/Tolih3upJ7I/AAAAAAAAAK0/JIQ0np8pF_s/s1600/IMG00832-20110715-1208.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 172px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-nHImaMxH4D0/Tolih3upJ7I/AAAAAAAAAK0/JIQ0np8pF_s/s200/IMG00832-20110715-1208.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659162740802529202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan ilustrasi gambar di sebelah ini, tampak seorang perempuan memakai helm pada saat melakukan transaksi di sebuah restaurant cepat saji. Hal ini mungkin sudah biasa terjadi di Bali - Denpasar khususnya - seseorang tidak akan melepas helm - yang lazim digunakan pada saat berkendara di jalanan - ketika mereka sedang melakukan kegiatan yang bersifat sementara atau sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas memang tidak ada yang salah dan aneh, coba pikirkan lebih dalam dari berbagai sisi, rupanya helm tersebut salah ruang dan waktu. Jaman sudah berubah, semua orang mengejar waktu, melepas helm saja tidak sempat meskipun hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 15 menit - kecuali pengait helm rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi etika, sangat tidak etis jika kita menggunakan perlengkapan yang tidak diperuntukan pada saat dan tempat yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini yang dinamakan "play save"...? misal: helm yang dipakai harga-nya mahal, jadi takut dicuri. Atau pemakainya butuh perhatian dari lingkungan sekitar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-3777033486132306419?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/3777033486132306419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/10/buah-tangan-dari-bali-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/3777033486132306419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/3777033486132306419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/10/buah-tangan-dari-bali-2.html' title='Buah tangan dari BALI - 2'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-nHImaMxH4D0/Tolih3upJ7I/AAAAAAAAAK0/JIQ0np8pF_s/s72-c/IMG00832-20110715-1208.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-2400079035444896839</id><published>2011-10-02T23:39:00.000-07:00</published><updated>2011-11-21T00:32:14.182-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balinese Food'/><title type='text'>Rujak Kuah Pindang Gula - My fav Bali's dissert</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Bahan dan Bumbu Rujak;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;- Mangga muda atau setengah matang 2 biji&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7nxymg2TXvk/TolYv9n1a_I/AAAAAAAAAKk/k_Evl4caywg/s1600/IMG00855-20110806-1326.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="320" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659151987786476530" src="http://4.bp.blogspot.com/-7nxymg2TXvk/TolYv9n1a_I/AAAAAAAAAKk/k_Evl4caywg/s320/IMG00855-20110806-1326.jpg" style="float: left; height: 200px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; margin-top: 0px; text-align: center; width: 175px;" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;- Cabai rawit (usahakan yang merah merekah, supaya pedasnya brasa sampai ubun-ubun)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;- Gula merah (kalau orang bali menyebut gula bali)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;- Terasi secukupnya (lebih nikmat dibakar terlebih dahulu)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;- Garam halus secukupnya (kalau pengen asin, silakan ditambah lebih)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;- Kuah pindang (kuah ikan tongkol yang telah direbus matang)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Campur dan haluskan bumbu-bumbu, kemudian dicampur menjadi satu dengan mangga yang telah diiris-iris tipis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Selanjutnya, pasti membuat ketagihan.....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-2400079035444896839?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/2400079035444896839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/10/rujak-kuah-pindang-gula-my-fav-balis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2400079035444896839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2400079035444896839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/10/rujak-kuah-pindang-gula-my-fav-balis.html' title='Rujak Kuah Pindang Gula - My fav Bali&apos;s dissert'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7nxymg2TXvk/TolYv9n1a_I/AAAAAAAAAKk/k_Evl4caywg/s72-c/IMG00855-20110806-1326.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Bali, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.4095178 115.188916</georss:point><georss:box>-9.414796299999999 113.9254885 -7.4042392999999995 116.45234350000001</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-8396900020401724622</id><published>2011-10-02T23:35:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:15:25.889-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Camera'/><title type='text'>Sanur Beach in the morning</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Iu90UkgiTvg/TolYSJ3oBpI/AAAAAAAAAKc/bNqdTtSmgTk/s1600/IMG00938-20110830-0602.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="300" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659151475677857426" src="http://4.bp.blogspot.com/-Iu90UkgiTvg/TolYSJ3oBpI/AAAAAAAAAKc/bNqdTtSmgTk/s400/IMG00938-20110830-0602.jpg" style="float: left; height: 150px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; margin-top: 0px; width: 200px;" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;Shot by Black Berry camera - pinjaman.&lt;br /&gt;Menurut saya nice shoot tanpa pengetahuan bagaimana mengambil gambar secara baik dan benar untuk menghasilkan gambar yang artistik, lebih-lebih bisa menghasilkan uang..:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-8396900020401724622?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/8396900020401724622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/10/sanur-beach-in-morning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/8396900020401724622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/8396900020401724622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/10/sanur-beach-in-morning.html' title='Sanur Beach in the morning'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Iu90UkgiTvg/TolYSJ3oBpI/AAAAAAAAAKc/bNqdTtSmgTk/s72-c/IMG00938-20110830-0602.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-2579716655530246483</id><published>2011-08-19T04:03:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:02:12.097-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Buah tangan dari BALI - 1</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-jvdJOskXFK8/Tk5DJe1TlMI/AAAAAAAAAJA/r4ngRiuJ4PQ/s1600/IMG00826-20110708-0956.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642521213316338882" src="http://1.bp.blogspot.com/-jvdJOskXFK8/Tk5DJe1TlMI/AAAAAAAAAJA/r4ngRiuJ4PQ/s200/IMG00826-20110708-0956.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0 10px 10px 0; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika melintas di lorong penghubung antara kedatangan internasional dan terminal domestik bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, mata saya tertuju pada sebuah gambar karikatur yang cukup cerah tertempel di dinding sebuah restaurant. Sekilas tampak gambar tersebut biasa-biasa saja, bahkan terkesan "bali banget", terdapat sosok pria dan wanita sedang menuju ke Pura membawa "bebanten" atau sesajian sebagai sarana persembahyangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang mengusik hati saya untuk mengambil gambar serta mengomentarinya adalah gambar "bebanten" yang dijunjung oleh sosok wanita, di sana digambarkan  beragam buah-buahan dan jajanan dipadu dengan dekorasi dari janur khas buah karya wanita Hindu bali, dan 'terselip' dua botol bir yang lengkap dengan merk-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmmm...saya berfikir apakah ini sebuah kesengajaan atau sekedar dekorasi untuk mengilustrasikan tradisi dan budaya Bali? agar orang tertarik mampir ke restaurant tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut saya, ini adalah hasil karya yg salah kaprah, ilustrasi ini mungkin dan bisa saja pasti menimbulkan persepsi negatif tentang budaya Bali dan agama Hindu. Apalagi dipajang di lokasi orang asing lalu lalang.&lt;br /&gt;Ini namanya orang Bali (mungkin oknum seniman) tidak menghormati serta memahami budaya dan agamanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah eloknya jika membuat dekorasi dan ilustrasi yang bersifat komersial tanpa melanggar norma-norma agama, etika dan susila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-2579716655530246483?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/2579716655530246483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/08/buah-tangan-dari-bali-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2579716655530246483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2579716655530246483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/08/buah-tangan-dari-bali-1.html' title='Buah tangan dari BALI - 1'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-jvdJOskXFK8/Tk5DJe1TlMI/AAAAAAAAAJA/r4ngRiuJ4PQ/s72-c/IMG00826-20110708-0956.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-6412908891291148604</id><published>2011-06-15T04:19:00.000-07:00</published><updated>2011-11-21T00:35:57.577-08:00</updated><title type='text'>Beli Baut Seperti Orang Antri Sembako</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OENqji-ivdk/TfiVdd_pj4I/AAAAAAAAAIw/IYwBXF0DITc/s1600/IMG00797-20110615-1446.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618404868645031810" src="http://1.bp.blogspot.com/-OENqji-ivdk/TfiVdd_pj4I/AAAAAAAAAIw/IYwBXF0DITc/s200/IMG00797-20110615-1446.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0 10px 10px 0; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baru pertama kali mengalami membeli baut seperti ikut orang-orang mengantri sembako. Hal ini terjadi di sebuah toko bahan bangunan yang terletak di daerah Jakarta Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud promosi akan tetapi memang demikian. Mungkin karena toko tersebut memiliki item-item yang lengkap dengan harga lebih murah dari toko yang lainnya.&lt;br /&gt;Pengalaman ini menarik untuk diceritakan tentang kesuksesan pemilik toko membangun usahanya yang selalu dicari pembeli tanpa promosi (memasang iklan di media cetak maupun elektronik). Mungkin ini yang dimaksud dengan dahsyatnya word of mouth marketing. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-6412908891291148604?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/6412908891291148604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/06/beli-baut-seperti-antri-sembako.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6412908891291148604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6412908891291148604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/06/beli-baut-seperti-antri-sembako.html' title='Beli Baut Seperti Orang Antri Sembako'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OENqji-ivdk/TfiVdd_pj4I/AAAAAAAAAIw/IYwBXF0DITc/s72-c/IMG00797-20110615-1446.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-8744577111403041850</id><published>2011-04-25T22:08:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:02:36.383-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Warteg sekelas McDonald's</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-NUhYkAn_Sow/TbZTi-tIAnI/AAAAAAAAAIk/2kUeZbcTj8Q/s1600/IMG00724-20110426-1205.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599755047094714994" src="http://4.bp.blogspot.com/-NUhYkAn_Sow/TbZTi-tIAnI/AAAAAAAAAIk/2kUeZbcTj8Q/s200/IMG00724-20110426-1205.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0 10px 10px 0; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang membayangkan, bagaimana jikalau Warteg atau Rumah makan masakan padang dikelola seperti McDonald's atau KFC. Pasti akan men-dunia juga, mampu merubah pola konsumsi orang asing terhadap nasi beserta makanan pelengkapnya.&lt;br /&gt;Sama seperti McDonald's dan KFC yang mampu mengubah pola konsumsi sebagian orang Indonesia terhadap burger dan ayam tepung goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah? ya...mungkin saja....kenapa tidak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-8744577111403041850?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/8744577111403041850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/04/saya-sedang-membayangkan-bagaimana.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/8744577111403041850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/8744577111403041850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/04/saya-sedang-membayangkan-bagaimana.html' title='Warteg sekelas McDonald&apos;s'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-NUhYkAn_Sow/TbZTi-tIAnI/AAAAAAAAAIk/2kUeZbcTj8Q/s72-c/IMG00724-20110426-1205.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-2988853070221686761</id><published>2011-04-25T21:24:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:03:03.533-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Nyoman &amp; Ketut Akan Menjadi Manusia Langka</title><content type='html'>Awalnya agak jengkel, setiap orang yang baru saya kenal susah mengingat nama Nyoman...dan mereka selalu memanggil Wayan atau Made..mmmm..(kadang-kadang menjadi maklum karena nama orang Bali yang dikenal hanya Wayan dan Made)&lt;br /&gt;Apakah benar-benar akan terjadi di masa depan nama Nyoman dan Ketut akan punah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat sebuah artikel yang dimuat di harian bali pos kira-kira tahun 80an, headline-nya cukup menarik 'Nyoman dan Ketut akan menjadi manusia langka'. Menurut saya, pandangan si penulis sudah menjadi kenyataan sejak akhir 90an. Mengapa demikian, hampir setiap keluarga muda 'hanya' merencanakan memiliki 2 orang anak (laki-laki dan perempuan) malah tidak jarang cuma satu, faktor pemicunya mungkin pendidikan dan tuntutan ekonomi. Jadi tidak mengherankan nama yang terpakai cuma Wayan dan Made.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat saya agak bangga menyandang nama Nyoman, karena akan menjadi salah satu manusia bali yang langka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-2988853070221686761?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/2988853070221686761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/04/nyoman-ketut-akan-menjadi-manusia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2988853070221686761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2988853070221686761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/04/nyoman-ketut-akan-menjadi-manusia.html' title='Nyoman &amp; Ketut Akan Menjadi Manusia Langka'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-4317382740430887388</id><published>2011-01-01T06:11:00.001-08:00</published><updated>2011-11-24T18:03:25.137-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Bali Bukan (lagi) Seribu Pura</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu tepatnya di bulan Mei 2010, saya mendapat kesempatan beberapa hari untuk kembali ke tanah kelahiran di Denpasar. Tepat pukul 11.20 siang hari, pesawat terbang yang saya tumpangi mendarat di Bandara internasional Ngurah Rai. Perasaan kangen kepada orang tua, saudara dan keponakan segera menyeruak di dada, rasa lelah perjalanan dari Jakarta terasa lenyap seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat antri di dalam pesawat untuk mendapatkan giliran turun, saya sudah merasakan suasana bali (banget), terbesit lamunan masa lalu pada saat untuk pertama kalinya meninggalkan pulau dewata. Suara gamelan &lt;em&gt;slonding&lt;/em&gt; yang menyejukan hati sayup-sayup terdengar begitu kaki melangkah ke dalam ruang kedatangan, meskipun itu hanya berasal dari rekaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;'mmm...lumayan pengelola Bandara masih punya selera pelestarian seni musik tradisional'&lt;/em&gt;, gumam dalam hati, meskipun tidak ada perubahan yang mencolok dari segi arsitektur maupun interior ruang kedatangan, masih seperti setahun yang lalu. Hampir 40 menit menunggu bagasi, koper bututku belum nonggol juga, &lt;em&gt;'weleh... kok lama ya? padahal penumpang dari jakarta tidak ramai'&lt;/em&gt;, hanya bisa menggerutu dalam hati...sabar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya koper hijau pudar muncul juga, segera saya raih dan menyeretnya keluar sembari mencari nomor telepon kakak sulung yang bersedia meluangkan waktu untuk menjeput.&lt;br /&gt;Kaki-kaki terus melangkah menuju pintu keluar, ternyata kakak saya sudah menunggu diantara pemandu wisata dan penjemput yang lain.&lt;br /&gt;Cakap-cakap sebentar lalu kami melangkah keluar gedung kedatangan, mata mengawasi sekeliling gedung itu dan bertanya, &lt;em&gt;'parkir di mana? kok sekarang banyak resto di sini?'&lt;/em&gt;, kakak sulung hanya menunjuk kearah parkiran yang agak terhalang bangunan-bangunan baru yang sama sekali tidak ada arsitektur Bali-nya. &lt;em&gt;'oooo....sudah berubah ya?'&lt;/em&gt;gumam di bibir tanpa ada tanggapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil kamipun melaju meninggalkan area bandara menuju Denpasar, dengan penuh awas dan sesekali menoleh ke belakang, saya melihat gedung-gedung baru di kanan kiri jalan. Tahun 90an, daerah bypass Ngurah Rai dari Tuban sampai Sanur penuh dengan pepohonan, hamparan sawah dan hutan bakau, namun sekarang penuh dengan bangunan berupa ruko dan tempat-tempat usaha lainya. Kemana pohon-pohon, sawah dan hutan bakau itu? Atau mungkin sekarang Bali sudah berubah julukan menjadi Pulau Seribu Ruko? ataukah karena saya jarang ke Bali sehigga tidak tahu pembangunan di pulau Bali?...entahlah, moga-moga hanya kekhawatiran saya belaka dan Semoga julukan Bali sebagai Pulau Dewata atapun Pulau Seribu Pura tetap demikian adanya hingga hari 'kiamat' tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-4317382740430887388?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/4317382740430887388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/01/bali-bukan-lagi-seribu-pura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4317382740430887388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4317382740430887388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2011/01/bali-bukan-lagi-seribu-pura.html' title='Bali Bukan (lagi) Seribu Pura'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-564243822730564136</id><published>2010-12-29T00:54:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T00:03:17.614-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><title type='text'>Akhirnya....</title><content type='html'>Bersamaan dengan hari dan tanggal perjuangan TimNas Sepakbola Indonesia "Pasukan Garuda" berjuang untuk mampu meraih trofi AFF setelah mengalami kekalahan dari negara tetangga Malaysia, saya mendapatkan kembali account blogger yang persis setahun menghilang -menjadi blog kuburan- akibat kekurangmampuan saya mengingat password untuk masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak ada hubungan dengan perjuangan timnas, tapi saya merasa mendapatkan inspirasi untuk berjuang sampai tetes keringat terkhir. Dan semoga hari ini menjadi tonggak bersejarah dalam kehidupan saya untuk meraih mimpi-mimpi yang telanjur diimpikan sampai mimpi di tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa pergantian tahun akan segera menjelang, namun saya merasa belum mampu mewujudkan satupun impian-impian yang telanjur menjadi mimpi dalam tidur, semoga tidak menguap setelah saya terbangun dipagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selamanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-564243822730564136?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/564243822730564136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2010/12/akhirnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/564243822730564136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/564243822730564136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2010/12/akhirnya.html' title='Akhirnya....'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-4119408118212226195</id><published>2009-12-13T06:57:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:04:05.698-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Pergantian Tahun Segera Menjelang</title><content type='html'>Apa yang sudah aku lakukan selama setahun ini? demikian pertanyaan yang tiba-tiba menyeruak kedalam benak. Mmmmm....sepertinya dua target pencapain terlampaui...bahagia bercampur bimbang akan tanggung jawab yang semakin berat ditahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang saya anggap sebagai guru kehidupan, saat ini masih 'hot' dan getol mempertanyakan "mana hasil karya, yang bisa dibanggakan untuk anak dan cucumu kelak?". Membuat saya selalu merasa dihantui untuk segera mempertanggungjawabkan perbuatan saya yang sudah berani menantangnya untuk mengeluarkan 2 buah buku sekaligus tahun depan.Mampukah?....saya sudah bermimpi mampu melakukannya, permasalahannya 'nafas masih belum teratur untuk bisa berlari kencang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi mimpi untuk menjadi seorang yang 'expert' dibidang yang sudah menjadi jalan berkarier saat ini....kadang-kadang membuat semangat berkobar, namun kadangkala menjadi batu cadas yang keras, ketika persoalan demi persoalan bermunculan silih berganti....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmmmm.....pergantian tahun segera menjelang...saya harus terus berlatih agar bisa mengatur nafas untuk berlari lebih kencang, karena jalan yang akan dilalui semakin terjal dan banyak rintangan mungkin segera menghadang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEMOGA&lt;/strong&gt;....saya berhasil meraih mimpi-mimpi itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;damai di hati, damai di dunia, damai selalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-4119408118212226195?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/4119408118212226195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/12/pergantian-tahun-segera-menjelang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4119408118212226195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4119408118212226195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/12/pergantian-tahun-segera-menjelang.html' title='Pergantian Tahun Segera Menjelang'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-1580815866390183184</id><published>2009-11-20T08:30:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:04:26.084-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Brush Up Your English</title><content type='html'>Itulah kata-kata yang selalu terlontar dari ucapan Kakak sulung saya, ketika kami berusaha berkomunikasi melalui email maupun sms dalam bahasa inggris. Memang benar apa yang diucapkannya karena memang tata bahasa inggris saya amat sangat kacau dan sedikit nyeleneh terdengar di telinga, maklum belajar berbahasa inggris di pinggiran pantai Kuta, bersama dengan para pedagang asongan yang menjajakan barang dagangan kepada setiap turis yang melintas di sekitar pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi teringat kembali dengan 'sentilan' halus itu, ketika sedang mengikuti kelas diploma, seorang fasilitator yang pakar di bidang Human Resource Manajemen memberikan presentasinya dan tiba-tiba ada seorang kawan melakukan interupsi mempertanyakan perusahaan-perusahaan besar yang ada di Indonesia selalu mempekerjakan orang asing atau ekspatriat, apakah karena orang-orang Indonesia kurang pintar?&lt;br /&gt;Jawabannya sangat sederhana dan menyentil saya, 'orang Indonesia tidak pandai berkomunikasi dalam bahasa inggris' yang merupakan bahasa pergaulan internasional. Oleh sebab itu perusahaan besar asing maupun lokal lebih senang mempekerjakan ekspatriat, yang fasih berkomunikasi dengan bahasa internasional dengan harapan mampu mengkomunikasikan atau memasarkan perusahaan hingga dapat bersaing di pasar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada benarnya juga, dari segi kemampuan teknis atau pengetahuan secara umum orang Indonesia tidak kalah dengan para ekspatriat, hal ini terbukti dari banyaknya medali yang diperoleh para pelajar Indonesia diajang olimpiade fisika maupun matematika. Kemampuan menjadi lebih unggul, karena kita berada di rumah atau negara sendiri, tentu kita paham dengan karakter maupun budaya bangsa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan pula banyak tenaga kerja Indonesia menggarap sektor kelas rendahan di negara lain, karena salah satu faktor komunikasi yang pas-pasan disamping kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang salah? seingga kita bisa berkomunikasi dengan bahasa internasional? sudah pasti dan tidak lain adalah sistem pendidikan yang kurang memperhatikan 'soft skill' anak didiknya untuk mempu bersaing di dunia Internasional.&lt;br /&gt;Coba kita ingat seberapa sering kita mempergunakan bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari? mungkin hanya pada saat mengikuti pelajaran bahasa inggris di sekolah ataupun tempat kursus saja, itupun kadangkala bolos. Sangat sedikit waktu yang kita pergunakan untuk mengasah kemampuan dalam menguasai bahasa asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang harus kita lakukan agar sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing dan menjadi majikan di negerinya sendiri?. Mungkin salah satu langkah nyatanya adalah memulai dari sekarang bimbing putra-putri kita mempelajari dan mampu menguasai minimal 1 bahasa asing, terutama bahasa inggris yang merupakan bahasa bisnis secara global. Niscaya 10 hingga 15 tahun kedepan Indonesia akan menjadi bangsa yang kaya raya dan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-1580815866390183184?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/1580815866390183184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/11/brush-up-your-english.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/1580815866390183184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/1580815866390183184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/11/brush-up-your-english.html' title='Brush Up Your English'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-8003405975970672449</id><published>2009-11-09T19:00:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:04:45.317-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>10 November, Masih relevan-kah untuk diperingati?</title><content type='html'>Pagi ini setelah menimang-menimang si gadis kecil, saya bergegas menuju kamar mandi dan bersiap-siap berangkat ke tempat kerja. Sembari berjibaku dengan padatnya lalu lintas pagi,mata saya jelalatan kanan kiri menjaga kewaspadaan. Tiba-tiba kendaraan saya disalip dari sebelah kiri oleh sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang bapak paruh baya dan membonceng seorang ibu (mungkin istrinya) mengenakan pakaian seragam batik khas pegawai negeri (korpri-baru). Dan beberapa orang pengendara lagi saya jumpai mengenakan seragam batik korpri setelah pasangan itu berlalu. Sangat mudah dikenali jika pegawai negeri mengenakan seragam batik korpri, pasti ada acara istimewa,paling tidak upacara bendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak saya langsung berusaha mengingat dan mencari tanggal berapa hari ini? Oh iya...10 November, adalah tanggal dan bulan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan yang berjuang melawan penjajah untuk memerdekakan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya tenta 17-an ala I Gusti Ngurah Rai, pikiran saya menjadi menerawang jauh kebelakang membayangkan cerita-cerita sejarah tentang patriotisme para pejuang yang berperang melawan penjajah, dan menerawang ke jaman saat ini, dimana orang-orang sudah tidak peduli dengan jasa-jasa para pejuang yang merebut kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya dalam hati, mungkin pada masa-masa masih duduk di bangku sekolah dasar sampai menengah atas kita semua dipaksa untuk ikut upacara bendera dalam rangka memperingati hari Pahlawan. Akan tetapi setelah lewat masa-masa itu, apa yang saya perbuat untuk memperingati hari Pahlawan?, jawabannya; tidak ada upacara bendera dan bahkan menganggap tanggal 10 November sama seperti tanggal-tanggal yang lain, tidak lebih penting dari hari ulang tahun istri, kakak, adik, orang tua maupun handai taulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menyedihkan...., hanya untuk mengenang saja, saya tidak mampu apalagi meneruskan perjuangan mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kawan-kawan yang lain? yang merasa sebagai warga negara Republik Indonesia? sudahkah anda memperingati dan mengenang jasa-jasa para pahlawan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-8003405975970672449?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/8003405975970672449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/11/10-november-masih-relevan-kah-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/8003405975970672449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/8003405975970672449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/11/10-november-masih-relevan-kah-untuk.html' title='10 November, Masih relevan-kah untuk diperingati?'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-1602989606551267214</id><published>2009-08-23T06:55:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:05:00.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>17-an ala I Gusti Ngurah Rai</title><content type='html'>Mungkin hanya setiap tanggal 17 Agustus, kita semua, seluruh rakyat dan bangsa Indonesia akan mengingat, mengenang serta mensyukuri atas pengorbanan dan jasa-jasa para pahlawannya yang telah berjuang merebut kemerdekaan negeri ini dari tangan penjajah. &lt;br /&gt;Itu-pun sebatas upacara bendera dan acara-acara panjat pinang atau sejenisnya, yang diselenggarakan dari tingkat RT dan tidak mungkin hingga tingkat provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan hari-hari atau tanggal-tanggal selain 17 Agustus? Apakah kita akan selalu mengingat dan berterimakasih atas jasa-jasa serta pengorbanan para pahlawan kemerdekaan? Apakah kita akan selalu bersyukur atas keberhasilan mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi meraih kemerdekaan negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin tidak satupun diantara kita akan berusaha untuk mengingat dan terus mempertahankan semangat perjuangan para pahlawan yang mengusir penjajah.&lt;br /&gt;Cobalah tengok tugu-tugu yang dibangun untuk memperingati suatu peristiwa penting yang pernah terjadi, atau patung-patung para pahlawan yang dibangun berdiri kokoh gagah berani, guna memperingati jasa-jasanya. Semua itu akan 'dihias' dan 'bersolek menjelang peringatan hari kemerdekan bangsa ini, lalu setelah hari itu berlalu, mereka akan 'kesepian' dan tidak ada yang mau menolehnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama I Gusti Ngurah Rai sangatlah mendunia, siapa yang tidak tahu bandara internasional di Bali yang terletak di Tuban-Badung bernama Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai. Akan tetapi ketenaran nama itu tidak serta merta memberikan ketenaran dan keindahan pada sosok patung I Gusti Ngurah Rai yang dibangun di jalan by pass Ngurah Rai Tuban-Badung.&lt;br /&gt;Mungkin bagi orang yang pertama kali datang ke Bali dan kebetulan melintas di jalan tersebut tidak akan mengenal sosok patung tersebut? dikarenakan sudah tidak terawat, kumuh (telah dikelilingi pemukiman dengan bangunan semi permanen, dan rawa-rawa yang tidak tertata rapi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya masih kecil, senang rasanya bisa duduk santai di pelataran patung Gusti Ngurah Rai, diwaktu sore hari, apalagi pada saat hari-hari besar nasional, suasana terasa damai meskipun beberapa kali pesawat terbang melintas persis diatasnya. Sangat terasa suasana jikalau negeri ini telah merdeka. Kadangkala hayalan membawa saya ke masa-masa perang kemerdekaan dibawah komando beliau, meskipun hanya bisa memandang sosok I Gusti Ngurah Rai dalam wujud patung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saat ini, siapa yang peduli? jangankan meneruskan semangat perjuangan beliau, yang peduli dengan sosok beliau yang berupa patung saja tidak ada.&lt;br /&gt;Entahlah, kapan kita akan sadar untuk selalu menghormati para pahlawan, meskipun tidak hanya pada tanggal 17 Agustus. Paling tidak kita tetap peduli dan merawat patung atau tugu peringatan para pahlawan negeri Indonesia tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mungkin hal itu terjadi? mungkin saja, jika kita memulai dari diri sendiri untuk selalu mengobarkan semangat perjuangan dalam bidang apapun demi kemajuan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-1602989606551267214?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/1602989606551267214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/08/17-ala-i-gusti-ngurah-rai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/1602989606551267214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/1602989606551267214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/08/17-ala-i-gusti-ngurah-rai.html' title='17-an ala I Gusti Ngurah Rai'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-7367592367327521883</id><published>2009-05-23T09:58:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:05:19.606-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Save Bali</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/ShgzBTfyqnI/AAAAAAAAAHk/HVikkZ3gAiw/s1600-h/Ma%27o.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339073455754226290" src="http://2.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/ShgzBTfyqnI/AAAAAAAAAHk/HVikkZ3gAiw/s200/Ma%27o.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 183px; margin: 0 10px 10px 0; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengajarkan agama, adat dan budaya tidaklah sulit bagi orang Bali, karena memang lingkungannya telah mengkondisikan demikian serta adanya keyakinan dari para orang tua yang diwariskan ajaran-ajaran agama, adat dan budaya oleh para leluhur, untuk diajarkan serta diwariskan kembali kepada anak cucu generasi berikutnya.&lt;br /&gt;Terlihat pada gambar, seorang kakek sedang memangku cucunya pada suatu upacara ke-agama-an. Sudah pasti sang kakek ingin mengajarkan kepada cucunya bagaimana menjalankan ritual agama Hindu Bali dan adat budaya setempat secara langsung. Kemudian sang cucu akan merespon dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan polos, kenapa begini-kenapa begitu? inilah tantangan bagi sang kakek maupun orang tua menjelaskan secara nalar dan logika apa yang sebenarnya sedang terjadi, sehingga tidak menyesatkan atau dapat merubah makna dari pelaksanaan sebuah upacara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpel dan mudah, mungkin itu yang tergambar dari apa yang saya ilustrasikan diatas. Namun kenyataannya tidak demikian, ketika sang cucu beranjak remaja, akan banyak masukan serta pengetahuan yang didapat dari lingkungannya, baik itu dari lingkunagn pendidikan formal maupun informal yang tidak menutup kemungkinan bertentangan dengan apa yang telah dia pahami dan dapatkan dari sang kakek. Dengan demikian kondisinya menjadi tidak simpel dan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian apa yang harus kita lakukan agar dapat melestarikan budaya, adat istiadat dan sekaligus menjalankan agama Hindu serasi sejalan dengan adat dan budaya Bali? tidak ada jalan lain, selain menggali kembali nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya. Dan selanjutnya tugas kitalah sebagai generasi penerus untuk mengajarkan dan mewarisi nilai-nilai tersebut kepada anak dan cucu kita kelak. Entah dengan cara memvisualisasikan dalam bentuk rekaman gambar ataukah dengan cara menuangkannya dalam bentuk tulisan-tulisan, tergantung dari media yang tersedia dan yang kita pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Save BALI. Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-7367592367327521883?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/7367592367327521883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/05/save-bali.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/7367592367327521883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/7367592367327521883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/05/save-bali.html' title='Save Bali'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/ShgzBTfyqnI/AAAAAAAAAHk/HVikkZ3gAiw/s72-c/Ma%27o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-6481767318345538067</id><published>2009-05-23T09:44:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:06:44.991-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Lembah Hijau dan Lembah Gunung Beton</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/ShgpEtqcYrI/AAAAAAAAAHU/tHugdBeN3Rk/s1600-h/Photo584.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339062519201555122" src="http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/ShgpEtqcYrI/AAAAAAAAAHU/tHugdBeN3Rk/s400/Photo584.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; height: 300px; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/ShgpEbqQluI/AAAAAAAAAHM/caQb5G1-mvw/s1600-h/Photo535.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339062514368943842" src="http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/ShgpEbqQluI/AAAAAAAAAHM/caQb5G1-mvw/s400/Photo535.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; height: 300px; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hijaunya lembah dan segarnya udara pengunungan, tidak dapat digantikan dengan 'hijau dan segarnya udara' lembah gunung beton.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-6481767318345538067?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/6481767318345538067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/05/lembah-hijau-dan-lembah-gunung-beton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6481767318345538067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6481767318345538067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/05/lembah-hijau-dan-lembah-gunung-beton.html' title='Lembah Hijau dan Lembah Gunung Beton'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/ShgpEtqcYrI/AAAAAAAAAHU/tHugdBeN3Rk/s72-c/Photo584.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-4873060149759365532</id><published>2009-05-17T07:09:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:08:37.783-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Ke-Bali-an vs Ke-Hindu-an orang Bali</title><content type='html'>Yang mana patut dipertanyakan dijaman yang 'katanya' modern saat ini, apakah ke-Bali-an orang Bali atau ke-Hindu-an orang Bali?&lt;br /&gt;Mungkin terlihat agak janggal jika saya yang dilahirkan di Bali dan mengatakan diri sebagai orang Bali dan menganut ajaran Hindu menjawab pertanyaan sederhana diatas dengan perkataan yang kurang kosa kata dan lidah kelu tanpa bisa berucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika dilihat konteks pertanyaanya dan maksud serta arah pertanyaan tersebut dilontarkan untuk menyatakan opini, mungkin saya bisa berkilah dan berargumentasi.&lt;br /&gt;Saat ini keduanya harus dipertahankan baik itu ke-Bali-an sebagai orang Bali yang 'wajib' menjaga tradisi dan warisan para leluhur, meskipun dihantam gelombang dan arus globalisasi, dan ke-Hindu-an orang Bali sebagai penganut ajaran Hindu, yang telah diajarkan oleh orang tua secara langsung dan para pemuka agama secara tidak langsung. Meskipun Hindu di Bali 'yang katanya' telah berasimilasi dengan adat dan budaya Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-Bali-an apa yang patut dijaga? saat ini-pun saya masih tinggal di luar Bali, bagaimana cara menjaganya?. Lalu ke-Hindu-an yang bagaimana harus dijaga?apakah Hindu-nya 'orang Bali' atau Hindu sesuai dengan aslinya dari tanah India?itulah pertanyaan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumentasi saya, demikian...Sebagai seorang manusia yang ditakdirkan lahir di Bali, saya merasa harus melestarikan dan mempertahankan adat dan budaya warisan para leluhur, seperti ikut melestarikan kesenian bali, meskipun bukan sebagai seniman akan tetapi paling tidak saya bisa menikmati keindahan tarian maupun musik tradisional Bali, yang sampai saat ini masih menggema. Kemudian tata cara bermasyarakat dan menjalin hubungan dengan sesama, sesuai dengan adat dan istiadat di tanah kelahiran, meskipun saat ini tinggal di perantauan, paling tidak saya masih punya rasa toleransi tinggi kepada sesama yang berbeda suku, agama dan ras.&lt;br /&gt;Sebagai orang Bali yang menganut ajaran Hindu,saya berkewajiban tetap menjalankannya sesuai dengan adat dan tradisi di Bali,meskipun tidak sesempurna masyarakat bali yang tinggal di Bali, paling tidak saya dan istri masih ingat 'me-banten dan me-saiban'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan saudara-saudaraku yang merasa sebagai orang Bali?mungkin argumentasi-nya berbeda-beda tergantung dari cara penafsiran atau analisa atas pertanyaan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dapat menjadikan sebuah renungan, agar kita tidak lupa pada 'asal-mulanya' kita ditakdirkan untuk hidup.&lt;br /&gt;Semoga damai di hati,damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-4873060149759365532?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/4873060149759365532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/05/ke-bali-vs-ke-hindu-orang-bali.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4873060149759365532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4873060149759365532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2009/05/ke-bali-vs-ke-hindu-orang-bali.html' title='Ke-Bali-an vs Ke-Hindu-an orang Bali'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-2392026536340478397</id><published>2008-12-06T00:32:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:08:55.950-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Membedah Perut Bumi</title><content type='html'>Perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, telah mampu merubah bumi yang kita tempati sampai saat ini.&lt;br /&gt;Pada masa sebelum revolusi industri pada abad ke 18, wajah bumi dipenuhi oleh berbagai macam ‘bedak’,’lipstick’,‘eye shadow’ yang bersifat alami berupa hutan yang lebat menghijau, udara pagi yang sejuk dan kadang-kadang ‘nakal’ dingin menggelitik masuk sampai ke tulang, nyanyian burung-burung yang riang bermain, dan gunung-gunung yang tampak membiru menjulang tinggi dengan senyum yang ramah disaput kabut dan gemericik arus sungai yang berkelok-kelok, berlomba menuju lautan lepas.&lt;br /&gt;Kecantikannya seseolah-olah memancarkan sinar kedamaian, membuat penikmatnya merasa kagum, selalu ingin mengenangnya dalam keabadian serta diakhiri dengan rasa syukur yang tulus kepada pemilik wajah itu.&lt;br /&gt;Saat itu manusia menikmati apa yang diberikan oleh-Nya secara alamiah dan naluriah tanpa ada keserakahan untuk menguasai dan memiliki semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa kecantikan dan keindahan itu telah berlalu seiring dengan tumbuhnya ‘jerawat’, ‘fleks hitam’, ‘bisul’ dan bahkan ‘tumor’. Hal ini disebabkan oleh pemakaian secara paksa kosmetik buatan hasil rekayasa dan kecerdikan manusia yang ingin melihat kecatikan wajah bumi sesuai dengan kemauan dan keinginannya.&lt;br /&gt;Coba kita perhatikan disekeliling kita, adakah sesuatu hal bersifat murni alami? mungkin jawabannya tidak ada, kalaupun jawabannya masih ada, mungkin ia merupakan sisa-sisa ke-alami-an yang belum terjamah. Dan tidak mungkin sebentar lagi akan sirna semuanya.&lt;br /&gt;Tidak hanya wajah bumi yang ‘dipercantik’ secara paksa dengan produk buatan, bahkan perutnya pun ‘dibedah’, mungkin agar kelihatan lebih langsing dan memuluskan kulitnya yang dianggap sudah keriput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tuakah bumi kita, sehingga perlu dibedah agar tetap awet muda?. &lt;br /&gt;Sudah tidak cantikkah wajah bumi kita, sehingga harus dibedaki dengan tumbuh-tumbuhan dari beton? &lt;br /&gt;Sudah tidak elokkah liukan sungai, sehingga kita harus membendung, menimbun, dan mencemari dengan limbah buatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bumi kita sudah tua, bahkan melebihi umur manusia yang paling tua sekalipun.&lt;br /&gt;Memang wajahnya tidak cantik lagi menurut orang yang tidak bisa menikmati abadinya keindahan, sehingga dipercantik dengan ‘komestik’ buatan.&lt;br /&gt;Memang air sungai tidak bisa mengalir sebebas dahulu kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tidak semestinya kita merawat (kalau tidak boleh dikatakan merusak) dengan paksa demi kepentingan sekelompok orang yang bangga dengan keserakahannya.&lt;br /&gt;Seharusnya kita merawat keindahannya secara alami dengan akal, kecerdikan dan kepandaian, tanpa disertai keserakahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-2392026536340478397?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/2392026536340478397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/12/membedah-perut-bumi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2392026536340478397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2392026536340478397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/12/membedah-perut-bumi.html' title='Membedah Perut Bumi'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-4176166176078461074</id><published>2008-12-06T00:25:00.001-08:00</published><updated>2011-11-24T18:09:31.695-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Camera'/><title type='text'>nice shot by phone cell camera</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo3SL15kFI/AAAAAAAAAGs/wizReNJQiu8/s1600-h/readers_03_5.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276590698973990994" src="http://2.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo3SL15kFI/AAAAAAAAAGs/wizReNJQiu8/s400/readers_03_5.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; height: 400px; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-4176166176078461074?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/4176166176078461074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/12/nice-shot-by-phoe-camera.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4176166176078461074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4176166176078461074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/12/nice-shot-by-phoe-camera.html' title='nice shot by phone cell camera'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo3SL15kFI/AAAAAAAAAGs/wizReNJQiu8/s72-c/readers_03_5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-4556365279486307658</id><published>2008-12-06T00:17:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:03:46.945-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Bulan Desember lagi...</title><content type='html'>Wah....tidak terasa bulan Desember telah datang kembali...artinya kita harus bersiap-siap memulai tahun baru dan menjalani lembaran hidup yang baru lagi, mengganti kalender sebagai penanda waktu lagi, membuat resolusi untuk motivasi hidup lagi, memperbaharui komitmen kepada pasangan hidup dan orang-orang yang kita cintai lagi...dan banyak lagi-lagi yang lain....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa pula sudah 6 bulan saya tidak membuka dan meng-update blog ini, melampiaskan uneg-uneg yang kadang-kadang bikin eneg, mengendap dan menguap di benak begitu saja.&lt;br /&gt;Moga-moga ditahun 2009, saya masih bisa menulis, paling tidak dalam blog ini dan melanjutkan cita-cita menulis buku yang sudah tertunda selama 6 bulan pula....Astungkarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haaahhhh....ternyata hidup di Jakarta memang penuh tantangan, hambatan, peluang, suka-duka, haru biru...dan sebagainya...tapi life must go on...and be creative...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;damai di-hati, damai di-dunia, damai selalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-4556365279486307658?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/4556365279486307658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/12/bulan-desember-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4556365279486307658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4556365279486307658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/12/bulan-desember-lagi.html' title='Bulan Desember lagi...'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-1487376696932350138</id><published>2008-07-28T01:11:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T01:12:15.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><title type='text'>Semua kembali kepada-Nya</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa yang telah kita miliki akan kembali pada-Nya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Itulah kata-kata bijak yang pernah saya dengar dari seseorang yang saya kagumi.&lt;br /&gt;Memang benar adanya demikian, siapapun anda suatu saat pasti akan merasakan ke-dahsyatan kata-kata bijak tersebut. Bahkan ada seorang penulis sampai menerbitkan buku dengan judul ‘cintailah apa yang telah anda miliki’, pesan yang ingin disampaikan adalah semua yang telah dimiliki harus kita syukuri karena itu semua sifatnya sementara dan akan kembali semuanya kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri telah berulangkali mengalaminya, dalam kondisi dan suasana yang berbeda. Semakin kita mencintai sesuatu maka semakin cepat pula ia akan meninggalkan kita, apalagi yang berkaitan dengan harta benda.&lt;br /&gt;Mungkin bagi sebagian orang merasa tidak terlalu bermasalah jika kehilangan harta benda meskipun jumlahnya relatif besar bagi orang yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika kita mencintai sesuatu, cintailah setulus hati dan seutuhnya karena semua itu anugerah yang dapat kita nikmati meskipun sesaat atau bahkan seumur hidup kita di dunia. &lt;br /&gt;Kita bisa menikmati semua itu tergantung dari cara kita mensyukurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini merupakan petikan dari pelajaran hidup beberapa orang yang rajin menasehati saya. Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-1487376696932350138?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/1487376696932350138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/07/semua-kembali-kepada-nya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/1487376696932350138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/1487376696932350138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/07/semua-kembali-kepada-nya.html' title='Semua kembali kepada-Nya'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-8825220603329662817</id><published>2008-07-28T01:05:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T01:09:33.222-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Kerasukan atau Kesurupan</title><content type='html'>Kerasukan atau kesurupan atau dalam bahasa inggris ‘trance’, umum terjadi di Bali, apalagi pada saat dilaksanakannya upacara-upacara keagamaan. Bahkan  sering terjadi kerasukan masal di sebuah tempat upacara merupakan hal yang sangat lumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesurupan, dalam bahasa Bali disebut ‘kerauhan’, yang artinya kedatangan, dapat dikategorikan dalam beberapa sebab, yang pertama kerauhan yang disebabkan oleh kehadiran roh-roh para leluhur yang telah disucikan sebagai saksi pelaksanaan sebuah upacara. Kedua, kerauhan yang disebabkan oleh kehadiran para dewa-dewi dari kahyangan yang diyakini telah turun ke dunia untuk merestui pelaksanaan sebuah upacara keagamaan. Ketiga, kerauhan yang disebabkan oleh kehadiran roh dari orang yang akan di ‘aben’ atau dikremasi. Keempat adalah kerauhan yang disebabkan oleh kehadiran roh-roh jahat (butha kalla) yang ingin merusak atau menganggu pelaksanaan upacara. Dan yang kelima kerauhan yang direka atau dibuat-buat untuk sebuah pertunjukan seni sebagai hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang hidup di jaman sekarang (boleh dibilang sebagai manusia modern), saya melihat fenomena kerauhan sebagai suatu kejadian yang kurang masuk logika dan daya nalar, akan tetapi hal ini nyata adanya sehingga mempercayainya sebagai bagian dari kehidupan berbudaya dan beragama.&lt;br /&gt;Mengapa demikian?, karena sejak berusia belia hingga saat ini, fenomena seperti ini sering saya alami entah ketika berada di tanah kelahiran, maupun pada saat mengikuti upacara keagamaan di tanah rantau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kurang mempercayainya karena hal semacam ini tidak mungkin terjadi, mana mungkin ada orang yang telah meninggal dunia rohnya masih berkeliaran di sekitar kita?atau dewa-dewi bisa merasuki tubuh manusia atau apakah sesungguhnya memang ada dunia setelah kematian?dimana nantinya setiap orang yang telah meninggal rohnya akan menuju kesana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, mempercayainya karena secara kasat mata hal itu terjadi. Yang sering mengalami adalah ibu kandung pada setiap pelaksanaan upacara keagamaan, dan anehnya yang mengalaminya kok selalu ibu saya padahal beliau bukan termasuk orang yang disucikan. Tidak sembarang orang bisa mengalami kerauhan. &lt;br /&gt;Saya sendiri ingin sekali mengalaminya sebagai sebuah pembuktian dan pengalaman spiritual, akan tetapi sampai saat ini tidak pernah terwujud…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kejadian itu beliau karang?setiap saya tanya setelah beliau sadar kembali, pasti jawabanya tidak tahu dan bahkan malah balik bertanya,’ibu ada dimana?’atau ‘kenapa ibu menangis?’. Itu artinya, pada saat kerauhan, beliau dalam kondisi tidak sadar akan tetapi bisa diajak berkomunikasi oleh para pemuka agama ataupun orang-orang yang telah disucikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang paling membuat saya menjadi semakin penasaran dengan fenomena kerahuan, ketika upacara pe-ngaben-an nenek (ibu-nya bapak) beberapa bulan yang lalu. Sesaat sebelum upacara pembakaran jenasah di area kuburan, ibu saya menangis sejadi-jadinya sambil memanggil-manggil nama kakak tertua saya, meminta diberikan kopi dan kapur sirih, katanya sebagai bekal diperjalanan. Akan tetapi yang datang memberikan malah bapak saya, yang merupakan anak tertua dari nenek, namun apa yang terjadi? Ibu seketika berhenti menangis dan malah memarahi bapak, seperti seorang ibu yang memarahi anaknya.&lt;br /&gt;Sambil berkacak pinggang beliau berkata ’Ibu tidak mau kamu yang memberikan, karena kamu sering memarahi ibu ketika masih hidup, ibu hanya mau diberi oleh cucuku tersayang’ katanya, persis seperti suara nenek ketika berantem dengan bapak pada waktu saya masih belia. Pada waktu itu memang nenek selalu meminta perlindungan kepada kakak tertua yang sudah bisa memberikan perhatian pada orang yang sudah sepuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh tapi nyata, pada saat kejadian secara fisik saya melihat ibu saya sendiri, sedangkan tutur kata, gaya bicara dan gerak-geriknya persis seperti nenek saya yang tinggal jasadnya saja. &lt;br /&gt;Kenapa bisa begitu? padahal secara sadar dalam kehidupan sehari-hari, ibu tidak pernah sekalipun berani memarahi bapak yang beliau hormati.&lt;br /&gt;Sehari setelah upacara berlangsung, ketika saya hendak pamit kepada ibu untuk berangkat ke bandara, saya menyempatkan kembali bertanya tentang kejadian yang dialaminya. Jawaban beliau singkat dan tetap misterius, waktu itu pandangannya gelap seperti orang tidur dan ketika tersadar telah dipegangi oleh kedua kakak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah salah satu keunikan masyarakat Bali secara turun temurun disamping keunikan-keunikan lainnya, yang tidak bisa dijelaskan secara logika dan cukup untuk dipercayai saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-8825220603329662817?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/8825220603329662817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/07/kerasukan-atau-kesurupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/8825220603329662817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/8825220603329662817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/07/kerasukan-atau-kesurupan.html' title='Kerasukan atau Kesurupan'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-6760276862718063117</id><published>2008-07-08T19:53:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:09:54.855-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Warisan Kedisiplinan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_FsW3FCmQM-0/SHb_0Jw7F1I/AAAAAAAAAEk/9c7ABdxEpt8/s1600-h/TRISMA.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221642089422067538" src="http://bp3.blogger.com/_FsW3FCmQM-0/SHb_0Jw7F1I/AAAAAAAAAEk/9c7ABdxEpt8/s200/TRISMA.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Datang dan Pergi untuk Sebuah Cita-Cita’, sebuah kalimat sederhana untuk diucapkan, akan tetapi mengandung pesan dan makna yang cukup kuat untuk tidak cepat menyerah dalam mewujudkan cita-cita. Pesan ini selalu ditanamkan kepada seluruh siswa dan para pendidik sebagai dasar dan bagian dari budaya proses belajar mengajar di lingkungan salah satu sekolah favorit di Denpasar,. Itulah slogan SMA Negeri 3 Denpasar yang sering di singkat TRISMA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang juga diplesetkan menjadi ‘Datang dan Pergi untuk Sebuah Sepeda’, karena memang pada keseharianya seluruh siswa di sekolah tersebut dilarang mengendarai sepeda motor ataupun mobil ketika memasuki areal sekolah, bahkan di jalan menuju areal sekolahpun dilarang melintas dengan menggunakan kendaraan bermotor. &lt;br /&gt;Sebuah aturan atau tradisi yang unik di jaman modern, tradisi ini dimaksudkan untuk mengajarkan sifat kesederhanaan dan kesetaraan diantara siswa-siswinya. Tradisi yang unik lainnya adalah; seragam Batik dengan corak khusus yang wajib dipakai setiap hari Jumat dan Sabtu, ini mengajarkan sifat kekeluargaan.&lt;br /&gt;Dan satu hal lagi dalam kedisiplinan proses belajar adalah setiap hari Jumat selalu diadakan ulangan serentak pada pagi hari dan kemudian dilanjutkan dengan refreshing berupa kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedisiplinan sudah ditanamkan kepada seluruh siswa semenjak sebelum resmi menjadi siswa sekolah tersebut. Ketika dinyatakan diterima menjadi siswa baru, kita harus siap mental untuk di-‘brainwashing’dengan budaya-budaya kedisiplinan yang sudah diterapkan semenjak sekolah tersebut berdiri pada tanggal 17 Januari 1977.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang didapat dari pelajaran kedisiplinan di sekolah tersebut ternyata sangat berkesan dihati setiap lulusannya. Mereka merasa bangga telah menuntut pendidikan di sekolah tersebut, meskipun hanya dalam kurun waktu 3 tahun, selain dibekali dengan segudang ilmu, juga diwarisi budaya kedisiplinan yang nantinya setelah kembali ke orang tua masing-masing dan menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat dapat diterapkan dan diwariskan kepada anak cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jayalah TRISMA-ku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-6760276862718063117?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/6760276862718063117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/07/warisan-kedisiplinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6760276862718063117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6760276862718063117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/07/warisan-kedisiplinan.html' title='Warisan Kedisiplinan'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_FsW3FCmQM-0/SHb_0Jw7F1I/AAAAAAAAAEk/9c7ABdxEpt8/s72-c/TRISMA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-2797965066372754519</id><published>2008-07-08T19:45:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:10:16.514-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Provokatif, Kreatif, Positif</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_FsW3FCmQM-0/SHQnuKgFjUI/AAAAAAAAAEQ/3y-pYYL27FY/s1600-h/Provok.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220841542075649346" src="http://bp3.blogger.com/_FsW3FCmQM-0/SHQnuKgFjUI/AAAAAAAAAEQ/3y-pYYL27FY/s320/Provok.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; margin: 0 0 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika menumpang sebuah angkutan umum menuju tempat kerja, saya melihat sebuah pamflet sisa kampanye PILKADA DKI beberapa waktu lalu, yang sudah agak kotor masih menepel di pintu kendaraan tersebut, bertuliskan ‘Jika Anda GOLPUT ADANG Menang JAKARTA dikuasai PKS…wooiii…serammm’ kalimat yang menurut saya sangat Provokatif, Kreatif, dan Positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provokatif; seolah-olah masyarakat di’haram’kan dan diprovokasi untuk tidak memilih Adang Darajatun sebagai Gubernur DKI, jika Adang menang dalam pemungutan suara, membuat partai pendukungnya yaitu Partai Keadilan Sejahtera akan berkuasa di Jakarta. Kita tahu bahwa partai tersebut ber-asas-kan Islam.&lt;br /&gt;Dilain sisi pamflet ini memprovokasi masyarakat diharapkan menggunakan hak pilih agar pesaing Adang mendapatkan tambahan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreatif; dari pilihan kata-katanya membuat saya bertanya-tanya dalam hati. Kira-kira kelompok mana yang memasang pamflet ini sebagai alat kampanye? Jika kelompok pendukung Adang, pamflet ini bisa disalah artikan untuk tidak memilih Adang. Dan jika kelompok pendukung lawannya Adang, menurut saya sangatlah picik dan dangkal cara berpolitik serta meraih dukungan, karena mendiskreditkan kelompok atau partai tertentu tidaklah etis dalam kehidupan demokrasi. Ataukah kelompok yang tidak menginginkan adanya GOLPUT?? sehingga proses demokrasi berjalan sebagaimana mestinya?? entahlah….yang jelas sungguh kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Positif; dalam membangun sifat kritis di masyarakat umum untuk menyikapi suatu kondisi ataupun permasalahan. Hal ini pula yang membuat saya tertarik untuk memberikan komentar menurut sudut pandang saya, meskipun saya tidak begitu menyukai ‘panggung’ politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini juga bertujuan untuk mem-&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Provokasi&lt;/span&gt; teman-teman secara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kreatif&lt;/span&gt; dalam menyampaikan pandangan ataupun pendapat pribadi dan bersikap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Positif&lt;/span&gt; untuk menerima ataupun menanggapi pandangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga damai di Hati, damai di Dunia, damai Selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-2797965066372754519?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/2797965066372754519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/07/provokatif-kreatif-positif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2797965066372754519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2797965066372754519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/07/provokatif-kreatif-positif.html' title='Provokatif, Kreatif, Positif'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_FsW3FCmQM-0/SHQnuKgFjUI/AAAAAAAAAEQ/3y-pYYL27FY/s72-c/Provok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-1957847498540847187</id><published>2008-05-31T09:41:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:10:36.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Hidup adalah Sebuah Pilihan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/SEGA-Rqf36I/AAAAAAAAADw/X8PpAeklqOc/s1600-h/Alam+bekasi.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206584451598901154" src="http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/SEGA-Rqf36I/AAAAAAAAADw/X8PpAeklqOc/s400/Alam+bekasi.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/SEGA_Bqf37I/AAAAAAAAAD4/xNI9URzMO6M/s1600-h/%3Cbr%20/%3EAntena.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206584464483803058" src="http://3.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/SEGA_Bqf37I/AAAAAAAAAD4/xNI9URzMO6M/s400/Antena.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita ingin menjadi sebatang pohon yang gagah dan dermawan hidup di bibir danau yang sudah tercemar untuk mengayomi tumbuhan dan serangga yang lemah di sekitar kita?&lt;br /&gt;Atau kita ingin menjadi sebuah antena yang gagah perkasa, angkuh dan sombong berdiri tegak diantara pepohonan yang hanya memberikan pelayanan kepada setiap manusia yang membutuhkan gelombang berbayar??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terserah kepada pribadi masing-masing, silahkan anda memilih di 'tempurung' yang mana kita akan berlindung dan hidup.Apapun pilihan kita semua adalah pilihan dan  kehendak Yang Maha Kuasa. Syukurilah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-1957847498540847187?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/1957847498540847187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/05/hidup-adalah-sebuah-pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/1957847498540847187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/1957847498540847187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/05/hidup-adalah-sebuah-pilihan.html' title='Hidup adalah Sebuah Pilihan'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/SEGA-Rqf36I/AAAAAAAAADw/X8PpAeklqOc/s72-c/Alam+bekasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-5883466570015484679</id><published>2008-05-31T09:38:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:10:52.326-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Tajen alias Sabung Ayam</title><content type='html'>Selama saya tinggal di rantau, ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan kepada saya; ‘Kenapa orang Bali, yang bekerja kok perempuannya. Sedangkan yang laki-laki asyik sabung ayam?’. &lt;br /&gt;Pertanyaan ini kadang-kadang membuat panas hati, karena saya merasa sebagai seorang laki-laki Bali, jauh-jauh merantau meninggalkan Bali untuk menuntut ilmu dan mencari pekerjaan secara benar, bukan bersenang-senang dan malas-malasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suasana hati lagi tidak nyaman, saya menjawab sekenanya;’itu pertanda Bali sudah makmur, sehingga laki-laki tidak usah kerja’. Sering juga saya jawab seperti ini;’ itu ‘kan hanya potret kenikmatan, buktinya saya datang kesini untuk belajar dan bekerja’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah...ketika suasana hati sedang nyaman, saya menjelaskan secara panjang kali lebar kali tinggi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabung Ayam atau dalam bahasa bali disebut Tajen, jika dilihat dari berbagai sisi dapat menjelaskan atau memberikan perspektif yang positif. &lt;br /&gt;Tajen merupakan sebuah ritual dalam rangkaian upacara keagamaan, lazim disebut ‘tabuh rah’ merupakan wujud persembahan kepada Bhuta Kala agar tidak mengganggu kelancaran upacara.&lt;br /&gt;Biasanya ‘tabuh rah’ dilakukan dengan menyabung ayam jago, yang disimbulkan mewakili sifat-sifat manusia (angkuh,emosional,sombong), akan tetapi ayam jago yang diadu tidak sampai mati, hanya butuh meneteskan darah ke tanah tempat upacara berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sejak kapan ritual ‘tabuh rah’ diselewengkan menjadi arena perjudian oleh orang-orang yang sudah kerasukan Bhuta Kala. Sehingga memberikan pandangan yang negatif tentang kebiasaan laki-laki Bali, yang sesungguhnya merupakan kepala keluarga, tulang punggung perekonomian keluarga, pekerja keras sesuai dengan profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sisi lainnya adalah hiburan yang mengandung nilai seni, ibaratnya menonton pertandingan tinju (manusia diadu dengan manusia). Tidak sembarangan orang bisa menikmati tajen, ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh para petaruh (bebotoh). Orang yang biasa me-tajen, seolah-olah mempunyai panggilan jiwa agar bisa menikmati dan ikut bermain. Seorang ‘bebotoh’ harus mempunyai naluri untuk memilih ayam jago yang bisa menang dalam setiap pertarungan. Bahkan ada beberapa mitos dalam tajen, misalnya jika ada wanita hamil melintas di sekitar arena dipercaya membawa kesialan kepada bebotoh, sehingga si bebotoh akan mengalami kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki Bali bukannya tidak bekerja, demikian juga tidak hanya perempuan Bali saja yang mencari nafkah. Manusia Bali memiliki ‘Swadarmaning’(kewajiban) masing-masing dalam bermasyarakat maupun beragama.&lt;br /&gt;Jika ada yang melalaikan kewajibannya, berarti itu adalah salah....tergantung dari bagaimana masing-masing orang menunaikan kewajibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini dapat memberikan penerangan kepada kawan-kawan yang baru melihat dari satu sisi saja. Damai di hati, damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-5883466570015484679?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/5883466570015484679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/05/tajen-alias-sabung-ayam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/5883466570015484679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/5883466570015484679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/05/tajen-alias-sabung-ayam.html' title='Tajen alias Sabung Ayam'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-4894362588848490925</id><published>2008-05-31T09:25:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:11:14.240-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Melasti di Jaman Modern</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/SEF81hqf35I/AAAAAAAAADo/mvePXYUQii4/s1600-h/Melasti.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206579903228534674" src="http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/SEF81hqf35I/AAAAAAAAADo/mvePXYUQii4/s400/Melasti.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; margin: 0 10px 10px 0;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melasti merupakan rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu dalam rangka menyambut pergantian tahun caka atau Nyepi. Ada saatnya juga dilakukan dalam rangka piodalan di Pura besar (jagat atau desa).&lt;br /&gt;Pelaksanaan melasti bertujuan untuk melakukan penyucian (pembersihan) Buana Agung (Bumi/jagat) dan Buana Alit (manusia) sebagai ciptaan Tuhan, sebelum memasuki tahun baru caka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melasti dilaksanakan pada sumber mata air atau muara air (laut dan danau). Umat Hindu mempercayai air merupakan zat yang mampu memberikan kelangsungan hidup bagi segala mahluk hidup yang ada di muka bumi. Oleh karena itu setiap persembahyangan selalu diperciki air suci yang diambil dari sumber air suci di pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman dahulu ritual melasti sebelum Nyepi merupakan momen yang sangat meriah dan unik. Meriah karena hampir seluruh umat hindu di Bali (biasanya dikoordanasi oleh desa Adat) melakukan perjalanan berjalan kaki bersama-sama menuju pantai atau danau yang jaraknya puluhan kilometer dengan menjunjung Pratima (perlambang Tuhan) diiringi dengan gamelan baleganjur. Unik, jika diamati dari segi semangat berkorban tulus ikhlas dan berbakti kepada Tuhan YME.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman modern saat ini, pelaksanaan melasti tetap dilakukan seperti masa-masa yang lalu. Tidak lagi dilakukan dengan berjalan kaki, akan tetapi dilakukan dengan mengendarai kendaraan (truk, mobil dsb).&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan hal ini, karena tidak mengubah makna dan tujuan dari melasti. Justru yang menjadi permasalahan adalah sifat manja dari manusia yang tidak mau berkorban secara tulus untuk melakukan jalan kaki dengan berbagai macam alasan pribadi.&lt;br /&gt;Memang dapat menghemat waktu, tenaga serta hal-hal lainnya yang dianggap hemat. Akan tetapi ada permasalahan lain yang diakibatkan, seperti kemacetan, polusi udara dan lain sebagainya yang justru dapat menghilangkan ke-khusukan upacara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin alangkah baiknya kita melakukan bakti kehadapan-Nya dengan cara berkorban secara tulus ikhlas, sekecil apapun pengorbanan itu. Toh beliau telah melimpahkan segala anugrah dan kenikmatan sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga opini ini dapat menggugah rasa berkorban kita kepada Nya, secara tulus ikhlas. Damai di hati, damai di dunia, damai selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-4894362588848490925?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/4894362588848490925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/05/melasti-di-jaman-modern.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4894362588848490925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/4894362588848490925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/05/melasti-di-jaman-modern.html' title='Melasti di Jaman Modern'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/SEF81hqf35I/AAAAAAAAADo/mvePXYUQii4/s72-c/Melasti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-2046088587740868314</id><published>2008-05-16T08:04:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:11:31.718-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Rambu-Rambu Lalu Lintas</title><content type='html'>&lt;a href="http://purnaya.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/sign_1.jpg"&gt;&lt;img alt="Sign_1" border="0" height="84" src="http://purnaya.blogs.friendster.com/my_blog/images/sign_1.jpg" style="float: left; margin: 0px 5px 5px 0px;" title="Sign_1" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;Apa yang ada di benak anda ketika membaca tulisan 'KURANGI KECEPATAN SEKARANG' seperti pada gambar di sebelah ini?. Sebagai orang yang bisa membaca atau melek aksara latin (bukan tuna netra), tentu kita bisa membaca tulisan tersebut dan mungkin langsung mengerti maksud dari tulisan tersebut.&lt;br /&gt;Akan tetapi pada kenyataannya tidak semua orang yang bisa membaca, mau mengerti maksud dari tulisan tersebut, bahkan malah bersikap acuh tak acuh...seolah-olah rambu-rambu atau tanda yang bertujuan untuk memberikan peringatan kepada setiap orang yang melintasinya atau pengguna jalan raya, hanya menganggap sebagai hiasan jalan raya belaka, bukan sebagai tanda peringatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah kita sudah mengerti, memahami serta mematuhi apa yang tertulis pada rambu-rambu di jalan raya??&lt;br /&gt;Saya yakin dan mungkin semua setuju jawabannya adalah tidak semua mau mengerti, memahami serta mematuhi-nya meskipun rambu-rambu tersebut dipasang demi keselamatan kita semua.&lt;br /&gt;Itu artinya sama dengan anak kecil yang baru bisa membaca. Mereka baru mempunyai kemampuan sebatas membaca dan belum mampu memahami ataupun mengerti maksud dari apa yang mereka lihat dan baca.&lt;br /&gt;Jika kita merasa sebagai orang yang telah mampu membaca dan memahami maksud dan tujuan dari sebuah tulisan, sudah pasti negara kita akan dipenuhi oleh jiwa-jiwa disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang akan disalahkan, jika terjadi kecelakaan gara-gara tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas?apakah pengguna jalan yang tidak disiplin atau yang tidak memahami peraturan?atau yang memasang rambu-rambu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa mempersalahkan orang yang melanggar karena tidak bisa membaca, karena memang mereka tidak bisa membaca tulisan apalagi memahaminya.&lt;br /&gt;Yang sepatutnya kita persalahkan adalah orang yang berpendidikan tinggi, pintar membaca, cepat memberikan respon, serta memahami maksud dari sebuah tulisan atau rambu-rambu, akan tetapi tetap melanggar rambu-rambu tersebut serta pura-pura tidak bisa melihat adanya rambu tersebut. Dan juga orang yang iseng memasang rambu-rambu yang bukan peruntukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut saya, membaca tidak cukup dengan penglihatan akan tetapi harus disertai pula dengan hati.&lt;br /&gt;Demikian juga dalam melintasi jalan kehidupan yang dipenuhi oleh 'rambu-rambu' atau norma-norma, seharusnya dibaca dengan hati yang damai, sehingga menimbulkan rasa nyaman dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini dapat dijadikan sebagai renungan dan introspeksi diri.&lt;br /&gt;Damai di hati, damai di dunia, damai di selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-2046088587740868314?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/2046088587740868314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/05/memahami-tulisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2046088587740868314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/2046088587740868314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/05/memahami-tulisan.html' title='Rambu-Rambu Lalu Lintas'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-7675619498288718198</id><published>2008-03-15T08:46:00.000-07:00</published><updated>2008-03-15T08:53:47.099-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Memaknai Nyepi di Jaman Modern</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R9vwAxuLYMI/AAAAAAAAADU/qEMRnAMMQCs/s1600-h/Nyepi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R9vwAxuLYMI/AAAAAAAAADU/qEMRnAMMQCs/s320/Nyepi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177996092730204354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;NYEPI merupakan sebuah warisan budaya Hindu dari jaman kerajaan Majapahit yang sampai saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Bali dengan berbagai runutan acara ritual dalam penyambutannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut cerita dan penuturan dari orang tua serta pengetahuan dari sekolah dasar hingga duduk di bangku kuliah, saya mendapatkan pemahaman tentang makna Nyepi yang merupakan perayaan pergantian tahun Baru Caka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sehari sebelum perhitungan tahun baru dimulai, masyarakat Hindu (pada jaman Kerajaan Majapahit) diwajibkan melakukan ‘Catur Tapa Bratha’ yaitu; Amati Geni – tidak menyalakan api, Amati Karya – tidak melakukan kegiatan atau pekerjaan, Amati Lelanguan – tidak membuat kegaduhan atau ribut, dan Amati Lelungaan – tidak melakukan perjalanan atau bepergian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pesan atau makna yang ingin disampaikan dalam perayaan Nyepi adalah melakukan introspeksi dan refleksi diri untuk menghadapi tahun baru dan tantangan baru. Untuk dapat melakukan introspeksi dan refleksi dibutuhkan suasana hening dan sepi sehingga kita dapat melakukan konsentrasi dan mengosongkan pikiran dengan tenang, memohon ke hadapan sang pencipta agar segala kesalahan Pikiran, Kata dan Perbuatan di tahun sebelumnya tidak terulang kembali di tahun mendatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ajaran dan budaya Nyepi diwariskan secara turun temurun, baik diajarkan secara formal di bangku sekolah maupun informal di lingkungan sosial masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jaman telah berubah dan meng-Global, demikian juga makna dan tujuan dari perayaan Nyepi. Ketika jaman kerajaan Majapahit, perayaan Nyepi secara umum bertujuan untuk memohon kesejahteraan dan kemakmuran ‘jagat’ atau negara Majapahit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Namun di jaman global saat ini tujuan perayaan Nyepi telah bergeser menjadi hari untuk melakukan refleksi diri dalam menjalankan kehidupan beragama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dan saat ini, masih hangat-hangat isu tentang pemanasan global – yang beberapa waktu lalu telah menghasilkan deklarasi Bali – dapat pula dikaitkan dengan perayaan Nyepi, yakni melakukan penghematan energi meskipun dalam waktu sehari. Bahkan ada beberapa kelompok masyarakat memunculkan wacana pelaksanaan NYEPI INTERNASIONAL sebagai wujud tindakan nyata untuk menyelamatkan planet bumi dari dampak pemanasan global.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Entahlah, apakah wacana itu akan terwujud atau tidak, yang jelas perayaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;NYEPI sampai ini masih relevan dirayakan dengan kondisi masyarakat di muka bumi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Semoga opini saya bermanfaat dan dapat menjadi bahan renungan bagi semua pihak. Damai di hati, Damai di Dunia, Damai selalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-7675619498288718198?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/7675619498288718198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/03/memaknai-nyepi-di-jaman-modern.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/7675619498288718198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/7675619498288718198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/03/memaknai-nyepi-di-jaman-modern.html' title='Memaknai Nyepi di Jaman Modern'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R9vwAxuLYMI/AAAAAAAAADU/qEMRnAMMQCs/s72-c/Nyepi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-3413329305945889310</id><published>2008-03-15T08:30:00.000-07:00</published><updated>2011-11-24T18:11:58.611-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Mudik 'tidak ' Berlaku bagi Orang Bali</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mudik merupakan fenomena tahunan yang terjadi di Indonesia, khusunya Pulau Jawa dan sebagian Pulau Sumatera. Fenomena ini terjadi dalam rangka menyambut dan merayakan hari besar keagamaan (umat Islam) yang mayoritas ada di negara kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya tidak tahu asal muasal istilah mudik dan sudah mengetahui fenomena ini sejak saya melek aksara dan bisa membaca koran serta menyimak berita di radio dan televisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dahulu stasiun televisi (TVRI satu-satunya stasiun televisi pada masa itu) selalu menyiarkan fenomena ini, dari H-7 kemudian disambung ke H+7. Semenjak itu saya mengenal istilah H-7 dan H H lainnya untuk menyingkat hari puncak perayaan). Apakah istilah itu ada dalam kamus besar Bahasa Indonesia atau tidak saya belum melakukan pengecekan, yang jelas lazim dipergunakan di masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari pemberitaan selalu disampaikan terjadi kemacetan di jalur pantura (pantai utara pulau jawa) dan terjadinya lonjakan penumpang di stasiun-stasiun kereta api, pelabuhan kapal laut atau terminal-terminal angkutan umum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sampai saat ini fenomena mudik selalu menghadapi permasalahan yang sama, yaitu kekurangan armada angkutan darat,laut dan udara, kehabisan tiket kereta atau pesawat udara, kecelakaan, tindak kriminal dan sebagainya. Seolah-olah pemerintah dan masyarakat tidak berdaya untuk mengatasi permasalahan ini, padahal setiap tahun fenomena mudik pasti ada, tidak hanya terjadi sekali waktu saja dalam kurun waktu yang tidak bisa kita tentukan (misalnya dalam kurun waktu 10 atau 20 tahun sekali). Saya tidak tahu secara pasti apakah sudah ada upaya untuk melakukan pembenahan-pembenahan atau tidak, karena yang pasti permasalahan yang sama selalu muncul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya sebagai orang Bali (non muslim), hampir setiap tahun mengamati fenomena ini dan sering memberikan komentar-kokmentar meskipun sebatas ucapan dan ungkapan kepada kawan-kawan dan saudara saya yang merayakan Lebaran. Saya berkomentar, kenapa harus berbondong-bondong pulang kampung pada hari yang sama? Toh masih ada hari lain yang masih dalam lingkup perayaan (H-7 sampai H+7). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Komentar saya pun ditanggapi dengan berbagai ekspresi dan jawaban ada yang meng-iya-kan, tetapi lebih banyak ‘melawan’ dengan berbagai macam alasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terlepas dari permasalahan yang selalu dihadapi oleh saudara-saudara kita yang merayakan lebaran, ternyata sejauh pengamatan saya fenomena mudik ‘tidak’ berlaku bagi orang Bali (beragama Hindu). Saya mengalaminya saat ini dan beberapa tahun sebelumnya, saya selalu merindukan merayakan hari besar agama Hindu dan pergantian tahun Saka di tanah kelahiran saya, Denpasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan menumpang pesawat murah dari Jakarta serta singgah sebentar di Surabaya, saya sangat antusias untuk mengamati apakah fenomena mudik berlaku bagi orang Bali atau tidak? Ternyata apa yang saya alami sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya, meskipun dengan mempergunakan alat transportasi yang berbeda. Saya  tidak menjumpai adanya arus padat di jalur pantura (biasa-biasa saja) demikian juga di bandara atau stasiun kereta dan bus. Tidak terjadi antrian kendaraan di pelabuhan gilimanuk yang akan menyeberang ke Pulau Bali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya malah bertemu dengan banyak orang yang bukan orang Bali menuju Pulau Bali dalam satu penerbangan dengan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apakah orang Bali yang merantau sedikit? Tidak juga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Karena setiap ada upacara keagamaan, di Pura yang berlokasi di Jakarta maupun Surabaya, yang saya ketahui, selalu dipadati umat bahkan upacaranya bisa berlangsung 3 hari, karena keterbatasan tempat untuk melakukan persembahyangan.(indikator banyaknya orang Bali yang merantau)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Atau mungkin orang Bali rantauan sudah putus hubungan dengan sanak saudaranya yang ada di Pulau Bali? Tidak juga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesekali waktu saya bertemu dengan orang bali (rombongan) di bandara maupun terminal bus menuju Pulau Bali dengan maksud mengunjungi sanak saudara yang ada di Bali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Atau mungkin orang Bali merasa hari raya keagamaan tidak harus dirayakan di kampung? Tidak juga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Buktinya banyak rekan dan termasuk saya sendiri selalu merindukan merayakan hari besar keagamaan di kampung halaman serta berkumpul dengan sanak saudara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Atau mungkin orang Bali banyak mempunyai hari raya keagamaan, sehingga bebas memilih kapan dan hari apa merayakannya bersama sanak saudara di kampung? Inilah yang mungkin terjadi dan berlaku bagi orang Bali rantauan. Sehingga fenomena mudik ‘tidak’ berlaku bagi orang Bali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bahkan pengusaha kaos oblong JOGER yang ada di Kuta menyebutkan BALI merupakan singkatan dari BAnyak Libur, karena orang Bali hampir setiap saat merayakan hari raya keagamaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jadi, Mudik ‘tidak’ berlaku bagi Orang Bali, karena merayakan hari raya keagamaan tidak harus di kampung halaman. Serta berkumpul dengan sanak saudara bisa saja dilakukan pada perayaan hari-hari besar keagamaan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Semoga opini saya bermanfaat dan dapat menjadi bahan renungan bagi semua pihak. Damai di hati, Damai di Dunia, Damai selalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-3413329305945889310?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/3413329305945889310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/03/mudik-tidak-berlaku-bagi-orang-bali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/3413329305945889310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/3413329305945889310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/03/mudik-tidak-berlaku-bagi-orang-bali.html' title='Mudik &apos;tidak &apos; Berlaku bagi Orang Bali'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-1527397218532364267</id><published>2008-01-18T23:03:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:12:27.697-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Belajar hal kecil dari bawahan</title><content type='html'>&lt;span lang="IN"&gt;Pagi ini, seperti biasa saya masuk kerja dengan beberapa rencana kerja yang ada di kepala dan ada juga beberapa agenda yang telah terekam di telepon seluler yang sewaktu-waktu siap berdering untuk mengingatkan. Ditambah lagi dengan jurus-jurus untuk antisipasi, jikalau sewaktu-waktu di-‘omeli’ big boss.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setiba di tempat kerja tampak suasana seperti biasanya, banyak teman sejawat yang mondar-mandir baru berdatangan dan ada juga yang bersiap-siap pulang untuk pergantian shift.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seperti hari-hari kerja biasanya saya selalu berusaha meng-update informasi dan mem-follow up kejadian selama tidak berada di lokasi kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah mendapatkan informasi yang cukup, sambil berkeliling gedung saya melakukan inspeksi terhadap kondisi dan keadaan, memperhatikan kondisi truk-truk yang sudah siap loading dan melakukan aktivitas pengiriman, menyapa para sopir yang sedang menyiapkan kendaraannya, menyapa kolega yang datang agak terlambat hingga menyapa tukang sapu halaman yang sudah mulai mengayunkan sapunya membersihkan area di sekitar gedung, serta menyapa siapa saja yang saya jumpai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sambil membuat catatan kecil tentang hal-hal yang perlu dibenahi, saya memperhatikan seorang office boy yang sehari-hari menyiapkan minuman buat saya dan juga staf yang lain, dia tampak asyik menunggu tukang bubur menyiapkan pesanannya dari balik pagar. Saya menghampiri dan menyapanya ‘hai..sedang apa kamu disini?’ kelihatan agak kaget dia menoleh kearah saya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Membeli makanan ataupun minuman dari tempat yang sudah ditentukan merupakan suatu pelanggaran. Dan sayalah yang membuat aturan itu. Dia menjawab dengan sedikit grogi, ‘Maaf pak, saya sedang membeli jajanan, buat bapak dan juga teman-teman di kantor’ jawabnya dengan polos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Agak kaget juga mendengarnya, karena hampir setiap hari saya keliling area gedung tidak pernah menemui dia melakukan hal itu, jam berapa dia melakukannya?dimana saja? apakah selalu di tempat ini?, dan memang benar setiap pagi dia selalu menyuguhkan kudapan buat saya dan teman-teman yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Karena merasa bersalah memakan sajiannya tiap pagi tanpa bertanya darimana asal usulnya dan bagaimana dia mendapatkannya, saya tidak mengajukan pertanyaan lanjutan, hanya menyuruh dia cepat kembali ke tempat kerjanya serta berpesan lain kali jangan melakukannya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam hati saya bergumam, ‘bodoh sekali aku kenapa selama ini tidak pernah mengetahui dan bertanya tentang hal ini?, berarti secara tidak langsung aku telah melanggar aturan yang aku buat dan kampanye-kan dengan keras dan lantang’. Menyebalkan tapi begitulah kenyataannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari kejadian pagi itu, satu pelajaran yang saya petik adalah belajar hal-hal kecil dari bawahan atau kalangan yang dianggap ‘kelas rendah’ sebagai refleksi diri, karena mereka hampir setiap hari melakukannya dan mungkin telah menjadi bagian dari hidup mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Karena setiap hari kita berpikir dan melakukan hal-hal yang ‘besar’ dan berpandangan jauh ‘ke depan’, sehingga lupa dengan hal-hal kecil dan kadang-kadang kita anggap sepele akan tetapi dapat merubah sesuatu menjadi besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sederhanakanlah cara berpikir, tapi jangan sederhanakan cara pandang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga tulisan ini berguna bagi kita semua. Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-1527397218532364267?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/1527397218532364267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/01/belajar-hal-kecil-dari-bawahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/1527397218532364267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/1527397218532364267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/01/belajar-hal-kecil-dari-bawahan.html' title='Belajar hal kecil dari bawahan'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-6125290724910474461</id><published>2008-01-13T21:43:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:12:53.186-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Mentor YIN-YANG</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R4r3EdDxTLI/AAAAAAAAACo/UHwi7KR7nNY/s1600-h/yinyang.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155204379370933426" src="http://3.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R4r3EdDxTLI/AAAAAAAAACo/UHwi7KR7nNY/s200/yinyang.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sangat menarik topik yang disajikan oleh 2 mentor yang sudah berpengalaman dalam bidang tulis-menulis serta telah menerbitkan beberapa judul buku, dan sudah siap terbit beberapa judul lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apa hubungannya dengan judul tulisan ini..? mentor YIN-YANG, apakah diajarkan ilmu Kung-Fu...? atau jurus-jurus bela diri dengan pena..? atau sesuatu yang berkaitan dengan tahun baru Imlek...?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ceritanya, tanggal 12 Januari 2008 (bukan 11 Januari seperti judul lagunya GIGI), milist PROFEC mengadakan workshop sehari dengan tema ‘Menjadi Penulis Buku dengan Cepat’. Workshop tersebut dipandu oleh 2 mentor yakni Bp. Johanes Arifin Wijaya dan Bp. Dodi Mawardi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari ‘tempurung katak’ (&lt;i&gt;baca&lt;/i&gt;; sudut pandang/batasan) saya, kedua mentor tersebut sangat pintar memainkan irama jalannya workshop, sehingga suasana selalu menggairahkan. Ketika Pak Dodi memberikan motivasi berdasarkan pengalaman beliu, Pak Johanes menambahkan dengan teori yang agak jauh dari prakteknya. Demikian pula sebaliknya, ketika Bp. Johanes memberikan sharing pengalaman bagaimana beliau menulis pertamakali yang seolah-olah mengalir seperti air, Pak Dodi sedikit membantah dengan memberikan teori praktis dan terstruktur sepertinya gampang dipraktekkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lengkap dan saling melengkapi, ibarat pemain tengah sebuah tim sepak bola, selalu bergerak bertukar posisi saling bahu membahu untuk mencetak banyak GOAL.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;GOAL-nya adalah menemukan dan memotivasi para peserta yang berminat di bidang tulis-menulis untuk bisa mengikuti jejak mereka sebagai penulis buku yang handal, tidak pernah berhenti berkarya serta berbagi kepada orang yang membutuhkan karya-karya dalam bentuk tulisan. Sungguh mulia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pelajaran yang saya dapat; jika diumpamakan belajar berselancar beliau berdualah pelatih yang pas, murid-muridnya diajarkan teknik menggunakan papan selancar yang benar, kemudian diajarkan melihat gelombang/ombak yang baik untuk di-selancari, kapan saatnya berenang dan kapan waktunya untuk berdiri diatas papan selancar. Tidak hanya itu saja, beliu juga mengingatkan agar berhati-hati dengan kemungkinan adanya bahaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari perumpamaan diatas, timbul pertanyaan; apakah beliau tidak takut untuk tersaingi oleh murid-muridnya kelak?siapa tahu dari beberapa muridnya bisa melebihi kemampuan beliu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Moga-moga pertanyaan diatas hanya angin sepoi-sepoi yang tidak menimbulkan rasa kantuk dan segera berlalu, sehingga beliu berdua tidak pernah berhenti untuk berbagi. Thank you ‘my master’, we need your support.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga tulisan ini berguna bagi kita semua. Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-6125290724910474461?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/6125290724910474461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/01/mentor-yin-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6125290724910474461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6125290724910474461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/01/mentor-yin-yang.html' title='Mentor YIN-YANG'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R4r3EdDxTLI/AAAAAAAAACo/UHwi7KR7nNY/s72-c/yinyang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-579354261997329715</id><published>2008-01-13T21:38:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:13:13.582-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Ketika Seorang Wartawan Senior Menulis.....</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Wartawan menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti pemberita atau orang yang memberi kabar berita. Sesuai dengan arti katanya pastilah perkerjaan inti mereka mencari berita dan kemudian menuliskan berita tersebut dengan mengikuti aturan-aturan jurnalistik, kemudian tulisan itu disampaikan kepada publik melalui media cetak maupun elektronik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kok tiba-tiba membahas kerjaan wartawan?.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya baru selesai membaca sebuah buku yang berjudul ‘Ganti Hati’ memuat tulisan seorang wartawan senior yang juga telah dimuat secara bersambung pada koran miliknya. Wartawan senior tersebut berasal dari Surabaya-Jawa Timur yang juga sebagai pemilik harian Jawa pos dan Jawa pos grup. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Didalam buku yang terbagi dalam beberapa bab tersebut, menceritakan perjalanan atau kisah nyata sang wartawan senior ketika menjalani operasi transplantasi liver di negeri Tiongkok. Pada halaman-halaman terakhir dimuat e-mail dan sms dari pembaca artikel bersambung yang ditulisnya, maupun dari sahabat-sahabatnya yang memberikan berbagai apresiasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lalu apanya yang istimewa....?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengamat 'tempurung katak' (menjuluki diri sendiri....), saya kagum akan kegigihan seorang manusia mempertahankan hidupnya meskipun harus mengorbankan biaya, waktu, tenaga yang tidak sedikit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yang lebih mengagumkan adalah kebesaran Tuhan sebagai pencipta dan pengatur keseimbangan alam semesta, yang masih mengijinkan umatnya untuk menikmati kehidupan di Dunia. Serta mengingatkan, manusia hanya bisa berusaha dan DIA-lah penentunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tulisan-tulisan pada setiap bab disampaikan dengan lugas dan enak dibaca, kadang-kadang membuat saya tersenyum, tertawa, terharu (tepatnya khawatir, bagaimana jikalau saya yang mengalami hal sama? apakah saya mampu seperti apa yang dilakukan sang wartawan atau justru pasrah tergantung takdir?). Dalam benak saya tertancap rasa syukur atas karuniaNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mungkin karena sudah menjadi profesinya ditambah dengan adanya media, sehingga dengan mudah dia menyampaikan sesuatu yang mudah dipahami oleh orang lain, mampu mempengaruhi emosi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Buku tersebut juga memuat foto-foto aktivitas sang wartawan senior selama menjalani operasi dan pasca operasi. Foto-foto tersebut bercerita secara visual mendukung cerita pada bab-bab sebelumnya yang disampaikan secara deskriptif. Tampak dia berusaha tetap profesional menjaga kondisi ‘tempurung kataknya’ yang bernama Jawa pos, agar dalam kondisi kondusif tampak dalam salah satu gambar di buku tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ternyata orang yang sudah memahami pekerjaannya (apapun bidangnya) secara ‘profesional’ tidak akan merasa kesulitan untuk berbuat sesuatu yang lebih baik meskipun dalam kondisi sulit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Teruslah berkarya Bapak Dahlan Iskan, semoga berguna bagi bangsa Indonesia.Demikian halnya dengan perjalanan saya yang mencoba menjadi ‘pengamat katak dalam tempurung’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai selalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-579354261997329715?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/579354261997329715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/01/ketika-seorang-wartawan-senior-menulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/579354261997329715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/579354261997329715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/01/ketika-seorang-wartawan-senior-menulis.html' title='Ketika Seorang Wartawan Senior Menulis.....'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-3076248283031820418</id><published>2008-01-13T21:27:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:13:33.133-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Otonan atau Wetonan - Ulang Tahunnya Orang Bali</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kamis, 10 Januari 2008 bertepatan dengan Wrespati Julungwangi, Lintang Salah Ukur menurut kalender Caka, merupakan hari lahir saya. Akan tetapi menurut akte kelahiran dari catatan sipil, tanggal 10 Januari 2008 bukan merupakan hari/tanggal lahir saya, mengapa...? jelas bukan, karena kalendernya berbeda dan juga sudut pandang atau cara berhitungnya berbeda pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi yang tertulis pada akte kelahiran saya adalah catatan tanggal tahun masehi, bukan tanggal dan tahun Caka. Kenapa ya...?saya belum tanya masalah ini kepada Bapak dan Ibu saya....:)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di Bali (&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;daerah tertentu)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;, setiap enam bulan sekali umat Hindu selalu memperingati hari lahir seseorang (umumnya laki-laki) dengan dibuatnya ‘punjung otonan’(sesajen)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Otonan atau Wetonan mengandung makna penghormatan kepada leluhur dan ‘atman’ sebagai ‘Sang Dumadi’ yang telah lahir kembali ke dunia. Umat Hindu percaya dengan adanya ‘Reinkarnasi’ yaitu lahirnya kembali ‘atman’ atau ‘roh suci’ ke dunia. Juga merupakan bentuk rasa ‘peng-Astungkarah’ sujud syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan anugrah yang telah diberikan kepada orang yang diperingati hari lahirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semasa kanak-kanak, saya sangat gembira jika hari ini adalah ‘otonan’ dan tahu akan di-otonin, apalagi melihat Ibu yang sibuk melakukan persiapan membuat sesaji (mungkin perasaannya sama seperti anak-anak jaman sekarang dibuatkan pesta ulang tahun). Jiwa terasa tenang dan riang, serta muncul semangat baru seolah-olah terlahir kembali. Pada saat upacara berlangsung saya selalu berdoa dan berharap agar naik kelas dengan nilai bagus dan masuk sekolah negeri (maklum, agar orang tua tidak mengeluarkan banyak biaya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika beranjak remaja saya merantau ke luar Bali, ‘otonan’ tidak pernah lagi dirayakan seperti ketika masih tinggal bersama keluarga besar di Bali. Akan tetapi tradisi itu tidak hilang dalam jiwa saya, meskipun diperingati dengan cara sederhana yaitu melakukan ‘tapa-brata’ puasa dan bersembahyang di Pura, tidak mengurangi makna peringatan otonan. Bahkan terasa lebih mantap karena jiwa saya terasa lebih tenang dan mandiri jika sewaktu-waktu diambil oleh pemiliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sama halnya pada masa kanak-kanak, semangat dalam menjalani kehidupan dan untuk memperbaiki kualitas hubungan dengan sesama dan hubungan kepada Tuhan, berkobar kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya sering menasehati keponakan-keponakan yang lahir dimasa kini, agar tidak menuntut orang tua mereka untuk merayakan ulang tahun, karena hari lahir kita telah diperingati dengan ‘Otonan’. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan mereka selalu bertanya kenapa..? Jawabannya hanya satu, kita ditakdirkan lahir sebagai orang Bali yang beragama Hindu wajib menjalankan ‘Swa-Dharmaning Agama’ serta melestarikan warisan leluhur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-3076248283031820418?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/3076248283031820418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/01/otonan-atau-wetonan-ulang-tahunnya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/3076248283031820418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/3076248283031820418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2008/01/otonan-atau-wetonan-ulang-tahunnya.html' title='Otonan atau Wetonan - Ulang Tahunnya Orang Bali'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-6055613494074317216</id><published>2007-12-30T21:55:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:13:53.431-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Katak dalam Tempurung....open your eyes - open your heart.</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R3iF09DxTKI/AAAAAAAAACg/zlrxEmzFokE/s1600-h/katak.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150013318688230562" src="http://3.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R3iF09DxTKI/AAAAAAAAACg/zlrxEmzFokE/s200/katak.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;‘Seperti katak dalam tempurung’ merupakan istilah/sindiran yang diperuntukan bagi orang yang tidak memiliki pandangan, pengetahuan terhadap keadaan sekitar maupun masa depan (ataupun hal lainnya) karena terhalang oleh batasan-batasan yang berada disekitarnya, berupa batasan pengetahuan, lingkungan dan banyak batasan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Saya tidak tahu dari mana asal mula istilah ‘Katak dalam Tempurung’, mungkin diwaktu lalu ada yang pernah melakukan eksperimen menaruh katak di bawah tempurung kemudian mengamati tingkah lakunya, atau mungkin hanya ungkapan yang tanpa disengaja untuk memperhalus bahasa/menyindir. Entahlah.....yang jelas istilah ini sudah meluas dan jamak dipergunakan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terus....kenapa dibahas? toh hanya istilah.....&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;‘Tempurung’ (bahasa lainnya batok) bisa diartikan batasan-batasan, dari yang tersempit, seperti; kepribadian, pikiran, pengetahuan, wawasan, dan sebagainya sampai dengan batasan terluas, seperti; lingkungan sosial (keluarga, masyarakat sosial, tempat/lingkungan kerja, suku, agama, ras, dan sebagainya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;‘Katak’ termasuk binatang amphibi yang bisa hidup didua habitat (darat dan air), dapat diartikan sebagai binatang yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan binatang lain. Katak bisa melompat, berenang atau menyelam dan mungkin ada spesies-nya yang bisa terbang (karena lompatannya jauh). Semua kelebihan itu untuk kelangsungan hidup meraka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sama halnya dengan Manusia sebagai mahluk yang memiliki kelebihan berupa daya nalar dan pikiran, juga dipergunakan untuk melangsungkan kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah...coba bayangkan bagaimana jikalau katak ditempatkan di bawah tempurung yang sama selama berhari-hari atau berbulan-bulan.....pasti mati,....karena ruang gerak mereka sempit, tidak bisa melompat tinggi atau melompat jauh, ia mengira disanalah lingkungan mereka sejak lahir, hidup dan kemudian mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Demikian halnya dengan manusia yang terkukung dengan batasan-batasan yang ada pada pribadi maupun lingkungannya selama bertahun-tahun....pastilah ‘mati’ jiwa-nya, daya nalar serta pengetahuannya. Mirip dengan katak dibawah tempurung, bukan..?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Manusia dianugrahkan akal pikiran, sehingga mampu melepaskan diri dari ‘tempurung-tempurung’ yang mungkin dibuat oleh diri kita sendiri ataupun oleh lingkungan. Namun sayangnya ada yang merasa nyaman dengan ‘tempurung’ yang ditempati atau dimiliki sehingga muncul ego yang berlebihan. Akibatnya mereka memaksakan kehendak. Walaupun ada ‘tempurung’ yang lebih nyaman dan pantas dibanggakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih dahsyat lagi, ada yang mampu membuat (bukan mencipta,hanya-Tuhan yang mampu menciptakan) ‘tempurung’ sebagai tempat bagi ‘katak-katak’ yang lain dan sudah tentu pembuatnya akan menjadi pemimpin atau pemilik yang kemudian diwariskan kepada ‘katak’ keturunannya. Ada juga ‘katak’ yang mengakui tempurung temuannya tanpa mau tahu dari mana asal tempurung tersebut. Dan banyak tingkah laku ‘katak-katak’ lain tentang tempurung-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Demikian halnya pembuat tulisan ini hanya mampu menulis tentang ‘tempurung-nya’ yang kemudian dituangkan pada ‘tempurung’ lain yang bernama blog.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa menjadi ‘katak’ yang mempunyai kemampuan untuk melompat dari satu tempurung ke tempurung yang lain untuk mendapat dan memberikan pencerahan kepada ‘katak’ yang lain, agar tidak terbelenggu dalam satu ‘tempurung’ sampai mati. Atau paling tidak menjadi ‘katak’ yang mampu melihat, jikalau ada ‘tempurung’ yang lainnya sehingga mampu membuat tempurung yang lebih baik dan nyaman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Selamat melompat yang tinggi dan sejauh-jauhnya.....&lt;i&gt;open your eyes - open your heart&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-6055613494074317216?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/6055613494074317216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2007/12/katak-dalam-tempurungopen-your-eyes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6055613494074317216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6055613494074317216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2007/12/katak-dalam-tempurungopen-your-eyes.html' title='Katak dalam Tempurung....open your eyes - open your heart.'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R3iF09DxTKI/AAAAAAAAACg/zlrxEmzFokE/s72-c/katak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-672201528726334375</id><published>2007-12-30T21:19:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:14:12.807-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Coretan Akhir Tahun Masehi 2007</title><content type='html'>&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pergantian tahun Masehi....,setiap tahun dirayakan tetapi tidak pernah sekalipun  seumur  hidup saya (tidak termasuk pada waktu balita) merayakannya seperti orang-orang pada umumnya. Setiap malam menjelang pergantian hari di penghujung tahun Masehi, selalu muncul pertanyaan di benak saya, kenapa harus merayakan pergantian Tahun? Sejarah dan maknanya pun tidak saya ketahui (....maklum berada dalam tempurung yang agak terbelakang....), akibatnya saya hanya menonton siaran acara pergantian tahun yang meriah hanya lewat TV di rumah....itupun kadang-kadang ketiduran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejarah Tahun Masehi........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kecanggihan teknologi membuat kita dengan cepat memperoleh informasi dan saya-pun dengan mudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang setiap akhir tahun Masehi selalu muncul dibenak saya, kenapa kita merayakan tahun baru masehi...? sebenarnya tahun baru masehi asal muasalnya dari mana?. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;secuil informasi yang saya dapat....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kata Masehi merujuk kepada tarikh tahun menurut kalender gregorian. Tahun Masehi dianggap sebagai tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih karena itu perhitungan tahun ini dinamakan Masihiyah atau Yesus dari Nazaret. &lt;/span&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Kebalikannya, istilah Sebelum Masehi (SM) merujuk pada masa sebelum tahun tersebut. Sebagian besar orang non-Kristen biasanya mempergunakan singkatan M dan SM ini tanpa merujuk kepada konotasi Kristen &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen" title="Kristen"&gt;&lt;span lang="DE" style="color: black; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="DE"&gt;tersebut. Jadi menurut sejarahnya peringatan tahun masehi dilakukan oleh umat Kristen di seluruh Dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yang saya ketahui (diperingati di Indonesia) ada beberapa perhitungan tahun yang berbeda-beda angka tahunnya maupun perhitungan harinya, seperti Tahun Hijriah diperingati oleh umat Islam yang perhitungannya mulai 622 M, Tahun Çaka yang dimulai 78 M diperingati umat Hindu, China memperingati Imlek. Pergantian tahun tersebut diperingati dengan adat kebiasaan masing-masing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi pergantian tahun Masehi diperingati dan dirayakan oleh hampir seluruh umat manusia dimuka bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kenapa kita ikut merayakan...?padahal sudah punya pergantian tahun masing-masing.....?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Apakah untuk keseragaman?atau karena kita sudah terbiasa dengan perhitungan tahun Masehi selama peradaban manusia ada di muka bumi?..atau....?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Entahlah...mungkin ada pembaca tulisan ini, yang sudi berkomentar dan memberikan pencerahan kepada saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cukup menarik dijadikan coretan akhir tahun Masehi. Menurut saya pribadi...sah-sah saja kita ikut merayakan pergantian tahun masehi...sepanjang perayaan tersebut bertujuan menjaga kedamaian umat manusia dan keseimbangan alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, ini dia coretan akhir tahun pribadi saya (jadi ikut-ikutan merayakannya....walaupun dalam tulisan he.he.he.he...), belajar menghargai hasil kerja keras maupun lunak dalam segala hal, tidak menyepelekan masalah sekecil apapun masalah itu, dan lebih banyak bersyukur atas anugrah Tuhan Yang Maha Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Target tahun depan berusaha menjadi ‘pengamat tempurung katak’ yang mempunyai wawasan luas dan berguna bagi orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertanyaannya adalah kenapa memilih menjadi pengamat? kenapa tidak membuat atau mencari tempurung buat katak-katak yang lain.....?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jawabannya....adalah...menjadi pengamat paling tidak bisa memberikan masukan kepada para pemimpin ataupun pemilik tempurung untuk segera membenahi tempurungnya agar bisa memberikan tempat yang layak kepada katak-katak yang ada di bawahnya. Karena kebanyakan pemimpin ataupun pemiliknya sibuk dengan berbagai kegiatan agar tempurungnya menjadi lebih menarik dan bagus dibandingkan tempurung yang lain atau bahkan sibuk dengan dirinya sendiri. (baca tentang &lt;i&gt;tempurung katak&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat. Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-672201528726334375?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/672201528726334375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2007/12/coretan-akhir-tahun-masehi-2007.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/672201528726334375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/672201528726334375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2007/12/coretan-akhir-tahun-masehi-2007.html' title='Coretan Akhir Tahun Masehi 2007'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-6680990989822411735</id><published>2007-12-27T18:47:00.001-08:00</published><updated>2011-11-24T18:14:27.081-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pandangan'/><title type='text'>Paid Bangkung..? Why not...??</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;‘Ngidih olas de kanti paid bangkung’ (Minta tolong jangan sampai ketarik oleh induk babi betina), yang mengandung arti dan pesan; sebagai seorang lelaki Bali (baca; beragama Hindu) jangan sampai terpengaruh atau mengkuti keyakinan/agama pasangannya (pacar atau istri). Begitulah kira-kira istilah atau pesan yang sering didengar atau diucapkan oleh kalangan anak muda Bali yang berada di perantauan. Oleh mereka biasanya dipergunakan sebagai bahan guyonan ataupun peringatan kepada teman, sahabat atau siapapun yang berasal dari Bali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sebelum populer di luar Bali, istilah ini sudah berlaku bagi seorang laki-laki yang ‘pekidih’ atau ’nyentana’ (laki-laki yang tinggal di rumah sang istri dan bertindak sebagai ahli waris). Atau sebagai bahan celaan bagi laki-laki yang terlalu nurut kepada pasangan atau istrinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin banyaknya masyarakat Bali yang merantau ke luar Bali, peruntukan istilah ‘paid bangkung’ juga mengalami pergeseran dan ditujukan kepada orang atau laki-laki Bali yang menikah kemudian pindah keyakinan mengikuti keyakinan sang istri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;‘paid bangkung’...? adakah yang salah..?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Saya tergelitik untuk ber-opini mengenai istilah ‘paid bangkung’, setelah membaca selembar kertas yang tercecer di warung Bali areal Pura Rawamangun Jakarta, yang membahas dengan gaya bahasa anak muda...dan saya yakin mereka pastilah mahasiswa pelajar yang masih kuat memegang prinsip dan idealisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tulisan tersebut mengulas tidaklah pantas atau tidak lazim jika seorang laki-laki Bali (baca; beragama Hindu) untuk pindah keyakinan mengikuti keyakinan pasangan hidupnya. Didukung pula pendapat dari pemuka agama ataupun pemuka masyarakat untuk menguatkan dan meyakinkan, mengapa ‘paid bangkung’ tidak lazim atau bahkan terlarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam tulisan tersebut seolah-olah me-nabu-kan istilah ‘paid bangkung’ dengan perspektif sebatas hubungan sepasang manusia, entah berpacaran ataupun dalam ikatan perkawinan. Bahkan diwanti-wanti jika berpacaran beda agama harus kuat ke-dharma-annya. Jika dilanggar, maka secara moral dalam kehidupan bermasyarakat, mereka yang melanggar akan tersisih atau terbuang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apanya yang salah...?? Kenapa mereka tersisih atau terbuang..??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jika konteks-nya mengenai kehidupan beragama Hindu ataupun mempertahankan keyakinan, adat-kebiasaan dan budaya Hindu Bali, saya sangat setuju. Karena kita dilahirkan sebagai manusia Bali yang beragama Hindu, wajib mempertahankan keyakinan kita karena itu adalah Dharma. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejak dalam kandungan ibu sampai dengan meninggal dunia manusia Hindu di-upacara-i secara Hindu-yang sudah menyatu dengan adat kebiasaan masyarakat Bali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sewaktu masih di-sekolah dasar saya diajarkan; bahwa kita lahir kedunia ini membawa hutang, yaitu hutang kepada Orang Tua yang melahirkan kita, hutang kepada Guru yang mengajarkan kita ilmu pengetahuan, hutang kepada Rsi atau pinandita yang menerangi jiwa kita dengan ajaran Dharma serta hutang kepada Sang Pencipta yang menciptakan alam semesta. Hutang-hutang ini wajib dilunasi jika seseorang telah beranjak remaja. Jika tidak dibayar dan dilunasi maka hidupnya di dunia akan sengsara dan leluhurnya tidak akan bisa kembali kepada Sang Pencipta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dengan ajaran seperti diatas, wajarlah jika seorang laki-laki Bali yang merupakan ‘purusa’ atau kepala keluarga dalam rumah tangganya tidak lazim untuk mengikuti keyakinan sang istri. Karena sebagai ‘purusa’ laki-laki Bali wajib memimpin keluarganya untuk membayar hutang-hutang tersebut dan juga sebagai wujud bakti kepada para leluhur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan kembali, tidaklah lazim jika laki-laki Bali ‘paid bangkung’. Meskipun secara ajaran agama Hindu tidak ada aturan, larangan, ataupun hukuman untuk pindah keyakinan. Hanya saja mereka tidak bisa melunasi hutang-hutang yang dibawa sedari lahir ke dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagaimana jikalau perempuan Bali yang pindah keyakinan....?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hal ini dianggap sah-sah saja atau lazim...makanya tidak ada istilah ‘paid kaung’(babi jantan). Karena menurut adat-kebiasaan masyarakat Bali, perempuan merupakan ‘pradana’ yang wajib berbakti kepada sang suami selaku ‘purusa’. Oleh karena itu jika laki-laki Bali yang menikah dan tinggal di rumah sang istri (nyentana), maka secara ‘niskala’ sang istri-lah yang merupakan ‘purusa’ atau sebagai kepala keluarga.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kembali pada konteks mempertahankan keyakinan, saya sangat setuju dan mendukung jika perempuan Bali mampu menarik pasangan atau suaminya untuk ikut menjalankan ajaran Hindu dan berbakti kepada leluhur-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salut....untuk perempuan Bali yang sudah menjalani dan mengalaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika banyak perempuan Hindu yang mampu berbuat seperti hal diatas (‘maid kaung’), maka  istilah paid bangkung bergeser menjadi ‘Paid bangkung’..?? Why not...??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Istilah ‘paid bangkung’ bisa jadi hanya sekedar ungkapan untuk bahan guyonan, atau bahkan bisa menjadi pesan yang sarat makna untuk tetap teguh pada keyakinan. Tergantung dari sisi mana kita melihat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan renungan bagi semua pihak. Damai di hati, Damai di Dunia, Damai selalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-6680990989822411735?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/6680990989822411735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2007/12/paid-bangkung-why-not.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6680990989822411735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6680990989822411735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2007/12/paid-bangkung-why-not.html' title='Paid Bangkung..? Why not...??'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-6048371378134071572</id><published>2007-12-23T20:05:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T18:55:55.485-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Semalam di Pura Parahyangan Agung Jagat Kartta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R3RldNDxTHI/AAAAAAAAACE/lZiBhD-Nq2A/s1600-h/kuil_gn_Salak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R3RldNDxTHI/AAAAAAAAACE/lZiBhD-Nq2A/s200/kuil_gn_Salak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148851826387405938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mengisi waktu liburan sebelum Natal 2007, saya berniat untuk ‘tangkil’ ke Pura Parahyangan Agung Jagat Kartta yang terletak di lereng Gunung Salak Bogor, yang konon merupakan tempat pertapaan Prabu Siliwangi-raja Hindu pasundan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bersama seorang teman yang pernah menjadi aktivis kampus di Bogor, kami berangkat jam 18.30 dari kota Bekasi. Doa dalam hati selalu kami panjatkan memohon agar cuaca cerah....(maklum musim hujan dan kami menuju kota ‘hujan’ Bogor) dan Astungkarah selama perjalanan cuaca cerah memayungi kami. Teman saya berkata mungkin Tuhan berkenan kita ‘tangkil’ ke Pura Agung Jagat Kartta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2.5 jam, kami sampai di pelataran parkir Pura Parahyangan Agung Jagat Kartta. Tampak beberapa kendaraan pribadi dan bus pariwisata yang mengangkut rombongan umat Hindu dari Bali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kembali kami memanjatkan rasa syukur Astungkarah....cuaca sangat cerah,sehingga suasana pegunungan yang begitu sejuk bisa kami nikmati sambil melihat sekeliling nun jauh di bawah sana tampak kerlap-kerlip lampu kota Bogor. Suasana malam itu mengingatkan saya ketika masih tinggal di kota Malang dilihat dari daerah Batu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebelum masuk ke areal Pura, sekali lagi teman saya berkata Tuhan berkenan atas kehadiran kami di tempat suci tersebut. Hal ini membuat saya penasaran, dan bertanya kepadanya, ternyata alasannya cukup mengesankan saya, beberapa kali ia ‘tangkil’ belum pernah menemui cuaca cerah seperti malam itu....Astungkarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jika mengunjungi suatu tempat untuk pertama kalinya, saya selalu berusaha melatih naluri bisnis untuk mencium peluang usaha apa yang bisa ditangkap...dari penciuman saya tertangkap beberapa peluang; dari yang butuh modal besar sampai modal kecil, diantaranya bisnis tour spiritual atau yang lazim disebut tirthayatra, karena banyak umat Hindu yang datang dari berbagai daerah. Usaha pembiakan tanaman hias atau agrobisnis. Disamping itu usaha berdagang perlengkapan persembahyangan juga bagus. Teman saya menceritakan memang ada perkebunan di sekitar sana terutama sayur mayur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Karena semangat ingin ‘tangkil’ kehadapanNya, saya tidak mempedulikan udara yang semula terasa sejuk menjadi semakin dingin dan diperparah lagi kami tidak membawa baju hangat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Cukup puas menikmati suasana malam dan sedikit membangkitkan kenangan lama, kami melangkah menaiki anak tangga menuju Madyaning Mandala sambil berdiskusi, mengomentari dan mendengarkan cerita teman saya sewaktu Pura mulai dibangun hingga seperti sekarang ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tampak beberapa umat telah selesai melakukan persembahyangan dan beristirahat di sekitar Balai Gong, mengingatkan saya waktu sering melakukan perjalanan spritual sewaktu masih SMA yang suka beristirahat di balai Gong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tampak dari Madyaning Mandala tiga buah Kori Agung dengan arsitektur bangunan Sunda, menunjukkan jikalau Pura tersebut dibangun diatas tanah pasundan. Kami melakukan ritual penyucian diri dengan percikan tirta penglukat sebelum memasuki Utamaning Mandala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Melewati Kori Agung suasana hening dan suci tersirat di hati saya. Beberapa umat masih terlihat melakukan persembahyangan dipimpin oleh Pemangku. Kami beristirahat sebentar di balai pengiasan sambil mengatur pernafasan setelah menaiki anak tangga yang lumayan banyak dan tinggi. Saya memberikan komentar tentang 2 bangunan suci yaitu Petilasan Prabu Siliwangi ber-arsitektur sunda berdampingan dengan bangunan Padmasana ber-arsitektur Bali. Saya berbisik kepada teman saya...kenapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pura yang ada di luar Bali selalu dibuat ber-arsitektur Bali?? setiap pura yang ada di Jawa yang pernah saya kunjungi selalu memiliki bangunan ber-arsitektur Bali. Apakah tujuannya untuk menarik umat Hindu Bali?? atau karena yang membangun sebagaian besar umat Hindu yang berasal dari Bali? meskipun sudah lama menetap di luar Bali, teman saya menjawab seadanya ‘mungkin tidak ada referensi arsitektur sunda dan ahli bangunannya dari Bali sehingga lebih gampang membuat yang ber-arsitektur Bali’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tidak apalah jawaban teman saya cukup untuk dijadikan bahan perenungan juga, akan tetapi pertanyaan saya masih belum terjawab dengan pas.......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pukul 24.00, kami mulai melakukan persembahyangan dan memanjatkan doa kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, bersyukur atas semua anugrah yang telah diberikan sepanjang tahun 2007 serta memohon segala harapan di tahun 2008 dikabulkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Udara dingin yang semula menggigit terasa hangat kembali meskipun hanya sesaat ketika saya memanjatkan doa Gayatri Mantram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selesai bersembahyang, kami kembali duduk di balai pengiasan. Rombongan umat berdatangan kembali, dan terlihat seorang tukang foto menjajakan jasanya, sambil mempersiapkan peralatannya saya menghampiri dan memulai percakapan, katanya sudah hampir setahun mencari rejeki di Pura Agung Jagat Kartta. Terlihat dia sangat menikmati pekerjaan itu meskipun harus begadang melawan hawa dingin dan tidak jarang kehujanan.’Saya selalu bersyukur berapapun imbalan jasa yang didapat dari pekerjaan ini’ katanya memberikan jawaban tanpa ada pertanyaan dari saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bersyukur, itulah kata yang selalu teringat dalam benak saya. Karena kata syukurlah yang membuat saya bersemangat datang ke tempat suci yang terletak di lereng Gunung Salak itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Waktu beranjak pagi, jam menunjukkan angka 3. Kabut tebal mulai turun dan hujan rintik-rintik membasahi rumput segar di halaman pura. Perut terasa lapar....teman saya mengajak turun ke areal parkir untuk mencari warung yang menjual makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kami menanyakan makanan dan minuman yang disediakan, ibu penjaga warung adalah penduduk lereng gunung yang ternyata bukan umat Hindu. Saya bersyukur kehadapanNya karena dengan keberadaan Pura disana dapat memberikan penghidupan dan rejeki pada penduduk sekitarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Astungkarah...Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai selalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-6048371378134071572?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/6048371378134071572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2007/12/pura-parahyangan-agung-jagat-kartta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6048371378134071572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/6048371378134071572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2007/12/pura-parahyangan-agung-jagat-kartta.html' title='Semalam di Pura Parahyangan Agung Jagat Kartta'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/R3RldNDxTHI/AAAAAAAAACE/lZiBhD-Nq2A/s72-c/kuil_gn_Salak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7217891626682862653.post-7797762493878640708</id><published>2007-12-23T17:33:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:05:02.282-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><title type='text'>Astungkarah.....</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah sekian lama terpendam dalam benak dan hati sanubari yang paling dalam.....akhirnya terwujud juga keinginan untuk mempunyai sebuah blog pribadi meskipun sebelumnya telah membuat blog buat jualan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bukan ikut-ikutan trend nge-blog atau gaya-gayaan punya blog, tetapi belajar mencatat atau  menulis (kegiatan yang kurang saya minati tetapi berusaha mencintai) apa yang di-Lihat, Dengar, dan Perbuat dalam menjalankan kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun spiritual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tulisan-tulisan dalam blog ini merupakan ungkapan dari perbuatan, perkataan dan pikiran &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(Kayika,Wacika, Manacika),&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; tentang segala hal dalam hidup saya.....&lt;br /&gt;Bertujuan; berusaha mengamati, mengkritisi, mengupas, dan berbuat yang lebih baik untuk BALI dan kehidupan sosial di lingkungan tempat tinggal saya saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Selamat membaca tulisan-tulisan yang ada dalam blog ini dan juga ikut mengkritisi, memberikan komentar, semoga bermanfaat untuk kita semua....Astungkarah. Damai di hati, Damai di Dunia, Damai selalu.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7217891626682862653-7797762493878640708?l=purnaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purnaya.blogspot.com/feeds/7797762493878640708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2007/12/astungkarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/7797762493878640708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7217891626682862653/posts/default/7797762493878640708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purnaya.blogspot.com/2007/12/astungkarah.html' title='Astungkarah.....'/><author><name>I N Purnaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15606643407152168193</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_FsW3FCmQM-0/STo0b081yAI/AAAAAAAAAGU/XRhpbg6085g/S220/Poer+Mejeng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
